Pemerintahan

Wujudkan Perempuan Indonesia yang Sehat Melalui SADARI

Rabu, 21 Desember 2022 - 20:58 | 33.47k
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam acara pelatihan deteksi dini dengan metode periksa payudara sendiri (SADARI) yang diselenggarakan DPP Partai NasDem, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dan Millenials Goes Pink, Rabu (21/12/2022).
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam acara pelatihan deteksi dini dengan metode periksa payudara sendiri (SADARI) yang diselenggarakan DPP Partai NasDem, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dan Millenials Goes Pink, Rabu (21/12/2022).

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Jadikan gerakan deteksi dini dengan metode periksa payudara sendiri (SADARI) kanker payudara menjadi gerakan masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan perempuan Indonesia. 

"Indonesia yang sehat adalah Indonesia yang dipenuhi oleh perempuan-perempuan sehat. Indonesia yang kuat adalah Indonesia dengan perempuan-perempuan yang mampu 'tegak' berdiri," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat memberi sambutan pada acara pelatihan deteksi dini dengan metode periksa payudara sendiri (SADARI) dalam rangka menyambut peringatan Hari Ibu 22 Desember, yang diselenggarakan DPP Partai NasDem bekerjasama dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dan Millenials Goes Pink di Ballroom DPP Partai NasDem, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/12/2022). 

Advertisement

Acara tersebut antara lain dihadiri Ketua DPP Partai NasDem bidang Perempuan dan Anak, Amelia Anggraini, dr. Cristina Maria (Yayasan Muda Giat Peduli), Ir. Nani Firmansyah (Yayasan Kanker Payudara Indonesia), peserta pelatihan secara daring dan luring dari Jabodetabek dan komunitas relawan penyintas kanker Pantura Cancer Community (Pancacom) dari Jawa Tengah. 

Menurut  Lestari, upaya membangun kesadaran para perempuan terkait kesehatan dirinya dan masyarakat akan menghasilkan keluarga yang sehat. 

Metode pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dalam rangka deteksi dini kanker payudara untuk kemudian dilanjutkan pemeriksaan secara klinis (SADANIS), ujar Rerie sapaan akrab Lestari, merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan perempuan Indonesia. 

Apalagi, tambah Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, dampak kanker payudara stadium lanjut tidak hanya semata berimbas pada kesehatan fisik pasien, tetapi juga sisi psikologis dan ekonomi keluarga. 

Padahal, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, sejatinya kanker payudara bisa dihindari dengan membiasakan pemeriksaan kesehatan diri sendiri sejak dini. 

Pada kesempatan itu, Rerie yang merupakan survivor kanker payudara itu berpesan kepada para penyintas kanker payudara agar bisa berdamai dengan kematian. 

Selagi masih memungkinkan, tegas Rerie, rayakanlah kehidupan antara lain dengan mengajak seluruh perempuan Indonesia melakukan deteksi dini kanker payudara. 

Para ibu yang tergabung dalam komunitas penyintas kanker Pancacom pada kesempatan yang sama menceritakan pengalamannya melakukan sosialisasi deteksi dini kanker payudara dari desa ke desa, dengan metode SADARI lewat kegiatan arisan dan pengajian. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES