Pemerintahan

Bendungan Ciawi dan Sukamahi, Presiden RI Jokowi: Kurangi Banjir 30,6 Persen

Jumat, 23 Desember 2022 - 14:57 | 31.80k
Presiden Jokowi memberikan sambutan dalam peresmian bendungan Ciawi. (FOTO: BPMI Setpres)
Presiden Jokowi memberikan sambutan dalam peresmian bendungan Ciawi. (FOTO: BPMI Setpres)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi yang sudah diresmikan oleh Presiden RI Jokowi akan menjadi pendukung dalam pengendalian banjir di Jakarta. 

“Problem besar DKI (Jakarta) sejak dulu adalah tiga hal; banjir, macet, dan tata ruang. Sekarang kita di sini akan berbicara mengenai urusan banjir,” kata Presiden Jokowi saat meresmikan Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi di Bogor pada Jumat (23/12/2022). 

Advertisement

Menurut Presiden Jokowi, ada tiga hal yang harus konsisten dalam upaya pengendalian banjir di DKI Jakarta. Pertama, normalisasi 13 sungai yang ada di Jakarta. Kedua, manajemen pemompaan yang ada di waduk-waduk yang ada di Jakarta. Kemudian ketiga, penyelesaian pembangunan tanggul laut juga giant sea wall. 

bendungan-Ciawi-2.jpgPresiden Jokowi menandatangani prasasti peresmian bendungan Ciawi. (FOTO: BPMI Setpres)

Selain itu, Presiden Jokowi yang didampingi juga oleh Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, juga mengingatkan agar sodetan Ciliwung menuju ke Banjir Kanal Timur (BKT) agar segera diselesaikan.

“Saya minta betul agar dituntaskan urusan yang berkaitan dengan banjir di Jakarta secara konsisten, baik yang berkaitan waduk ini selesai, kemudian normalisasi 13 sungai yang ada di Jakarta, urusan sodetan Ciliwung menuju ke BKT, tanggul laut dan giant sea wall, serta pengelolaan pompa-pompa yang ada dengan manajemen yang lebih baik,” ujar Presiden Jokowi. 

Jika tiga hal tersebut dapat dilakukan secara konsisten, Presiden Jokowi optimis banjir di Jakarta dapat teratasi. “Kalau tiga hal ini tidak selesai sampai kapan pun Jakarta akan selalu banjir. Siapa pun gubernurnya harus konsisten menyelesaikan tadi yang saya sampaikan. Karena sebetulnya masterplan itu sudah jelas di Bappeda DKI ada, di Kementerian PU juga ada,” ucap Presiden Jokowi.

Presiden berharap dengan adanya Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi dapat mengurangi banjir yang ada di Jakarta. “Ini kita harapkan bisa mengurangi banjir yang ada di Jakarta kurang lebih 30,6 persen,” harapnya. 

Pembangunan Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi yang merupakan bendungan kering (dry dam). Pembangunan Bendungan Ciawi dimulai sejak tahun 2016 dengan alokasi anggaran sebesar Rp1,3 triliun. Bendungan ini memiliki daya tampung kurang lebih 6,05 juta meter kubik. Sedangkan Bendungan Sukamahi dibangun sejak tahun 2017.

“Ciawi dan Sukamahi bisa nanti akan mereduksi dari 464 juta meter kubik menjadi 318 juta meter kubik. Kurang lebih nanti 12 kelurahan yang akan menjadi tidak terdampak lagi karena adanya Waduk Ciawi dan Sukamahi ini,” tandas Presiden Jokowi.

Hadir dalam peresmian, antara lain, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Reduksi Banjir

Usai peresmian, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengungkapkan, Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi merupakan satu kesatuan  dalam hal pengendalian banjir kota Jakarta. 

bendungan-Ciawi-3.jpgDirjen SDA Kementerian PUPR Jarot Widyoko. (FOTO: youtube Sekretariat Presiden)

Bendungan Ciawi, lanjut Jarot, memiliki kapasitas 6 juta meter kubik sedangkan bendungan Sukamahi memiliki kapasitas 1.68 juta meter kubik. 

“Bendungan Ciawi bisa mereduksi pada saat terjadi banjir kurang lebih 30 persen, sedangkan Sukamahi bisa mereduksi 27 persen,” terang Jarot. 

Jarot menjelaskan, jika melihat panjang sungai dari pantai sampai ke Hulu yang sepanjang sekitar 120 kilo meter, Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi berada di posisi 1/3 panjang sungai. “Sehingga yang bisa dikendalikan 1/3, kurang lebih 40an kilo, sehingga kalau ada hujan di hulu bisa tereduksi sampai di Katulampa kurang lebih 24 persen,” tandasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES