Pemerintahan

Bupati Banyuwangi Kembali Ngantor di Desa, Petani hingga Pelaku UMKM Makin Berdaya

Kamis, 10 Agustus 2023 - 22:58 | 86.37k
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat menyerahkan bantuan peralatan untuk peningkatan warung rakyat di Desa Kluncing, Kecamatan Licin. (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia)
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat menyerahkan bantuan peralatan untuk peningkatan warung rakyat di Desa Kluncing, Kecamatan Licin. (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) kembali, kini giliran masyarakat di Desa Kluncing, Kecamatan Licin yang semakin diberdayakan. Mulai dari petani yang diberi bantuan bibit dan pupuk, hingga para pelaku UMKM yang diberikan pendampingan agar pertumbuhan ekonomi semakin meningkat.

Di desa ini, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meninjau pelaksanaan pendampingan pada usaha mikro melalui Teman Usaha Rakyat (TUR). TUR merupakan tim yang diberi tugas khusus untuk mendampingi peningkatan kelas UMKM. 

Advertisement

“Kalau dalam Program Keluarga Harapan (PKH) ada Pendamping PKH, maka untuk pendampingan UMKM di Banyuwangi memiliki Teman Usaha Rakyat,” kata Ipuk, Kamis, (10/8/2023).  

TUR mendampingi 5-10 UMKM untuk dibantu dari berbagai sisi, seperti digitalisasi, pengurusan izin, sertifikasi seperti PIRT, dan sebagainya. Di Bunga Desa ini, mereka yang memiliki usaha mikro langsung didampingi untuk pengurusan izin administrasi usaha mereka. Ipuk juga menyalurkan bantuan peralatan untuk peningkatan warung rakyat.

Program Bunga Desa ini dilaksanakan sekali dalam sebulan, dimana Bupati Ipuk memboyong jajarannya untuk berkantor di desa-desa, merumuskan masalah yang ada di desa, serta menyelesaikan segala permasalahan yang dialami oleh warga. Mulai administrasi kependudukan (adminduk), pengurusan izin usaha, anak putus sekolah, pembangunan infrastruktur, hingga layanan kesehatan “diboyong” Ipuk ke desa lokasi Bunga Desa.

Bupati-Banyuwangi-b.jpgBupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani berdiskusi dengan warga Desa Kluncing, Kecamatan Licin. (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia)

Saat di Desa Kluncing, sejumlah program pemberdayaan juga digelontorkan, khususnya kepada petani setempat. Mayoritas penduduk Kluncing adalah petani. Ipuk memberikan bantuan 400 bibit kelapa genjah, 500 bibit kopi robusta, dan pupuk organik cair sebanyak 500 liter untuk mendukung pertanian organik warga setempat.

“Tadi juga kita bagikan bantuan peralatan untuk petani dan penyadap nira, karena di sini banyak petani aren. Bantuannya berupa pisau penderes kelapa, ratusan jerigen, dan cetakan gula. Gula aren produksi petani di sini terkenal dengan produk organiknya,” kata Ipuk.

Layanan kependudukan yang diadakan selama Bunga Desa mendapat animo yang tinggi dari warga. Digelar selama dua hari, ratusan warga setempat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan. Mulai dari pembaharuan KTP, perubahan Kartu Keluarga. Warga juga difasilitasi pendaftaran pupuk subsidi.

Di desa yang dikenal dengan deretan kolam ikannya yang bening, Ipuk juga menggelar kampanye UKS kepada siswa sekolah. Siswa SD dan SMP setempat melakukan program screening kesehatan pada anak yang dipusatkan di SDN 1 Kluncing. Di sana siswa remaja putri diperiksa kadar hemoglobin (HB) untuk mendiagnosis anemia. Mereka juga diberi tablet penambah darah untuk diminum bersama-sama.

"Pemeriksaan HB agar para remaja putri bisa dideteksi sejak dini dan untuk memastikan mereka tidak menderita anemia. Siswa SD tadi juga kami beri obat cacing," kata Ipuk.

Selain itu, Ipuk juga menjenguk ibu hamil beresiko tinggi, anak stunting, dan lansia sakit. Kunjungan ini memastikan warga dengan kondisi di atas mendapatkan penanganan kesehatan yang rutin dari petugas. (adv)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES