Pemerintahan

Bersih Indonesia di Kabupaten Malang, Targetkan Pengolahan Sampah hingga 70 Persen

Kamis, 11 Januari 2024 - 20:11 | 36.29k
Wabup Malang, Didik Gatot Subroto, bersama President of Project Alliance To End Plastic Waste (AEPW), Nicholas Kolesch, saat peluncuran Bersih Indonesia di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (11/1/2024). (FOTO: Humas Prokopim)
Wabup Malang, Didik Gatot Subroto, bersama President of Project Alliance To End Plastic Waste (AEPW), Nicholas Kolesch, saat peluncuran Bersih Indonesia di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (11/1/2024). (FOTO: Humas Prokopim)

TIMESINDONESIA, MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang melanjutkan komitmen mewujudkan Indonesia yang bebas dari sampah. Komitmen Bersih Indonesia di Kabupaten Malang ini kembali diluncurkan (kick off), di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (11/1/2024). 

Peluncuran program Bersih Indonesia di Kabupaten Malang ini, dilakukan Wabup Malang, Didik Gatot Subroto, mewakili Bupati Malang, HM Sanusi. 

"Melalui Kick-off Program Bersih Indonesia yang dilaksanakan ini, dapat menjadi tonggak awal dalam menjawab tantangan lingkungan saat ini. Utamanya, terhadap persoalan sampah plastik yang dari hari ke hari semakin mengancam keseimbangan ekosistem," kata Wabup Malang, Didik Gatot Subroto, Kamis (11/1/2024). 

Didik-Gatot-Subroto-2.jpg

Didik mengatakan, program ini kedepan juga dapat menjadi titik balik dari reformasi sistem pengelolaan sampah yang sehat, komprehensif, holistik dan berkelanjutan di Kabupaten Malang.

Hadir dalam kegiatan ini, Asisten Pengelolaan Sampah dan Limbah Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Rofi Alhanif. Juga, Vice President of Project Alliance To End Plastic Waste (AEPW) sekaligus Komisaris PT Sejahtera Bersih Sampah Plastik, Nicholas Kolesch, beserta jajaran Tim Bersih Indonesia. 

Dalam paparannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, Tito Fibrianto mengungkapkan, populasi dengan akses ke pengelolaan sampah saat ini baru mencapai 43,7 persen, dari total populasi dan wilayah permukiman di Kabupaten Malang. 

"Sesuai RPJMD Pemerintah Kabupaten Malang, ditargetkan 30% pengurangan sampah dan 70% pengolahan sampah hingga 2026 mendatang," terang Tito, Kamis (11/1/2014). 

Untuk diketahui, program Bersih Indonesia ini diprakarsai dan didukung oleh Kemenko Kemaritiman dan Investasi dan Alliance to End Plastic Waste (AEPW). Program ini bertujuan mendukung pencapaian target-target pengelolaan sampah nasional dengan membangun sistem persampahan yang  komprehensif.

Sementara itu, pihak AEPW mendukung perencanaan dan implementasi program di Kabupaten Malang dalam bentuk hibah sarana dam prasarana persampahan serta pendampingan teknis.

Tito menjelaskan, pihaknya merencanakan pembangunan TPST C di Paras, Poncokusumo, dan TPST D di wilayah Talangagung, Kepanjen Kabupaten Malang. Kedua TPST ini diproyeksikan bisa memberi layanan pengelolaan sampah di 170 Desa/kelurahan di 14 Kecamatan. 

TPST Paras Poncokusumo, lanjutnya, akan menjadi yang pertama dibangun pada 2024 ini  dengan kapasitas pengolahan sampah kurang lebih 150 ton/hari. Diharapkan, TPST tersebut juga bisa menyerap hingga 1.400 tenaga kerja pengolahan sampah. 

Tito menambahkan, sosialisasi program akan dimulai dari tingkat kecamatan dan perangkat desa menuju formalisasi kerjasama BLUD-desa dan Perdes. Sosialisasi uji coba akan dilakukan, dengan percobaan proses dan materi sosialisasi di 2-5 desa. 

"Implementasi program Bersih Indonesi di Kabupaten Malang telah dimulai dengan kegiatan clean-up (pembersihan), serta perluasan layanan penunjang untuk membantu menjaga kebersihan lingkungan dari sampah," terangnya. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES