Pemerintahan

Kondisi Jalan dan Pengaruh Cuaca Berdampak Angka Kunjungan Wisatawan Pantai di Malang

Sabtu, 20 April 2024 - 11:54 | 24.48k
Suasana wisata Pantai Balekambang saat liburan lebaran lalu. (Foto: Amin/TIMES Indonesia)
Suasana wisata Pantai Balekambang saat liburan lebaran lalu. (Foto: Amin/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Purwoto menyebutkan, kondisi jalan akses menuju tempat wisata pantai di Kabupaten Malang, masih menjadi kendala yang berpengaruh angka kunjungan wisatawan. 

Pada musim libur lebaran tahun ini, menurutnya masih belum didapati kenaikan signifikan angka kunjungan wisatawan dibanding tahun lalu. Ia mencatat, 165 ribu lebih wisatawan yang berkunjung ke semua tempat wisata yang ada di Kabupaten Malang. 

Dikatakan Purwoto, angka kunjungan musim libur lebaran tahun ini masih hampir sama, atau bahkan selesih tipis lebih sedikit daripada yang tercatat pada 2023 lalu di musim liburan yang sama. Dimana, pada liburan lebaran lalu kurang lebih sejumlah 166 ribu pengunjung wisata. 

"Tidak terlalu ada kenaikan, hanya berbeda tipis dengan lebaran tahun sebelumnya. Wisata pantai di Malang, kendalanya masih sama ya, faktor jalan (rusak) itu," terang Purwoto, kemarin. 

Selain kondisi beberapa ruas jalan akses menuju tempat wisata favorit yang belum nyaman bagi wisatawan, menurutnya faktor kondisi cuaca yang kerap hujan juga mempengaruhi angka kunjungan wisata seperti halnya tahun lalu. 

Disinggung soal tempat wisata paling banyak dikunjungi, Purwoto menyebutkan sangat banyak di tempat wisata yang murah meriah. Seperti, di wisata pemandian alami Sumber Maron Pagelaran, Pantai Balekambang, juga wisata Pujon Kidul. 

Sedangkan, wisata pantai favorit jujugan wisatawan paling ramai di Pantai Balekambang dan Teluk Penyu. 

"Wisatawan juga banyak datang dari luar Kabupaten Malang, seperti Sidoarjo, Surabaya, Gresik dan Lamongan," imbuh Purwoto.

Purwoto.jpgKepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Purwoto. (Foto: Amin/TIMES Indonesia)

Kondisi sedikit berbeda dialami di kawasan wisata Bromo dan sekitarnya. Dimana, menurutnya tingkat kunjungan wisatawan cukup tinggi, meski angka kunjungan kamarin dibatasi kuota. 

Hal ini, kata Purwoto, bisa dilihat dari kebutuhan jasa transportasi Jeep wisata Bromo yang kehabisan armada, mulai dari yang ada di Poncokusumo, Tumpang, maupun Kota Malang. 

"Wisata di Bromo itu, sebenarnya wisatawan bisa naik dua kali. Setelah harus turun sekitar pukul 9 malam. Tetapi, yang ingin naik kembali tidak bisa, karena kehabisan jasa sewa Jeep itu tadi," terangnya. 

Berapa kontribusi kunjungan wisata musim liburan tahun ini untuk PAD Kabupaten Malang? Terkait hal ini, Purwoto mengaku belum mendapat laporan hitungan pasti dari pihak Bapenda Kabupaten Malang. 

Menurutnya, PAD dari sektoe pariwisata banyak jenisnya, mulai retribusi tiket masuk, parkir, pajak hiburan, hingga restoran dan hotel atau penginapan. Untuk tiket masuk, dihitung juga porporasi berbagai pihak yang terlibat pengelolaan tempat wisata tersebut. 

"Kalau perputaran uangnya, bisa diperkirakan hitungannya rata-rata tiap satu orang wisatawan mengeluarkan minimal Rp 50 ribu. Ya, tinggal dikalikan saja jumlah pengunjungnya," demikian mantan Camat ini. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES