Pemerintahan

Membangun SDM, Pemkab Morotai Kirim 11 Pemuda ke BPVP Ternate

Selasa, 23 April 2024 - 21:39 | 22.59k
Kadis Nakertras Pemkab Morotai, Hi Alfatah Sibua, M.Hum. (Foto: Alfatah For TIMES Indonesia)
Kadis Nakertras Pemkab Morotai, Hi Alfatah Sibua, M.Hum. (Foto: Alfatah For TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MOROTAIPemkab Morotai melalui Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Morotai membangun Sumber Daya Manusia (SDM) dengan mengirimkan 11 orang pemuda ke Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate.

Para peserta pelatihan diharapkan setelah menimba ilmu dapat mengembangkannya di tengah masyarakat saat kembali ke Morotai.

Permintaan peserta pelatihan berbasis kompotensi sesuai dengan surat BPVP Ternate Nomor : B-2.14/175/LP.00.04/II/2024. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemkab Morotai, Alfatah Sibua, saat dikonfirmasi TIMES Indonesia pada Selasa (23/4/2024) malam.

"Jadi peserta ini direkrut oleh pemerintah desa masing-masing setelah menerima surat dari Disnakertrans Morotai. Di antaranya Desa Daruba tiga orang, Darame dua orang, Gotalamo dua orang, Juanga dua orang, dan Muhajirin satu orang. Saat ini seluruh peserta telah diberangkatkan ke Ternate didampingi oleh Kabid Tenaga Kerja Ibu Rahma," ungkap Alfatah.

Alfatah menambahkan, hanya dua orang peserta dari Desa Juanga sangat disayangkan karena harus dikembalikan, ternyata setelah ditelusuri kedua peserta tersebut telah bekerja sebagai honorer. Sementara pihak BPVP Ternate membutuhkan peserta yang belum punya pekerjaan untuk dilatih dan dibina.

Pemkab-Morotai-2.jpgPara peserta pelatihan asal Kabupaten Morotai di BPVP Ternate. (Foto: Alfatah For TIMES Indonesia)

"Untuk menggantikan kembali waktunya sangat mepet, jadi kami (Disnakertrans) minta desa yang siap segera masukkan, dan Desa Darame menyatakan kesiapannya dengan memasukkan dua peserta untuk menggantikan peserta dari Desa Juanga yang dipulangkan BPVP Ternate," terangnya.

Peserta Pelatihan Berbasis Kompotensi (PBK) Kabupaten Morotai tahun 2024 yang dikirim ke BPVP Ternate adalah Jafran Kharie yang mengambil program pelatihan teknisi AC residensial, Ganang Taliki mengambil program pengelasan smaw 3G, dan Muhamad Saiful mengambil pengoperasian mesin bubut. Ketiganya dari Desa Daruba.

Adapun dari Desa Darame, Iran Gandi Mandea mengambil program teknisi embedded system (microcontrolle), Atto Maedo mengambil program pengelasan smaw 3G, dan Junaidi Subuh mengambil program teknisi AC residensial.

Peserta lainnya dari Desa Gotalamo dan Muhajirin, antaranya Abdul Hadi Sillia mengambil program pembuatan kabinet making, Arman Sillia mengambil program pengelasan AC residensial, dan Munawir Rajapati mengambil program teknisi embedded system.

Sementara peserta dari Desa Juanga Ijman Lule yang mengambil program pembuatan kabinet making dan Fisal Nyong mengambil program pengoperasian mesin bubut, sangat disayangkan karena mereka telah bekerja sehingga harus diganti dengan Ernesto Frans Kondoy dan Nurhatija Kharie, keduanya dari Desa Darame.

Orang nomor satu di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkab Morotai berharap kerja sama ini terus dijalin dan kembangkan sehingga kedepan program pemberdayaan ini dapat menjangkau ke desa-desa lain di Morotai.

"Harapan saya sebagai Kadis, agar peserta pelatihan dapat menimbah ilmu dengan sebaik baiknya, sehingga kembali ke Morotai dapat mengembangkan ilmu dan pengalaman kepada masarakat," pungkasnya.

Diketahui, BPVP Ternate berkomitmen dalam membangun SDM Maluku Utara melalui pelatihan vokasi dan produktivitas dengan memberikan kemudahan bagi setiap warga Maluku Utara untuk dapat mengikuti pelatihan di BPVP Ternate. (d)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES