Pemerintahan

Bupati Banyuwangi Evaluasi Keamanan Pariwisata Hulu hingga Hilir

Kamis, 25 April 2024 - 18:35 | 18.17k
Penampakan danau asam TWA Kawah Ijen. (Foto : Anggara Cahya/TIMES Indonesia)
Penampakan danau asam TWA Kawah Ijen. (Foto : Anggara Cahya/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani bakal meningkatkan keamanan destinasi wisata dengan melakukan evaluasi mulai dari hulu hingga ke hilir. Langkah tersebut diupayakan untuk menjadikan sektor pariwisata di Bumi Blambangan lebih menjamin keselamatan wisatawan.

Peningkatan keamanan wisata ini, menurut Ipuk dirasa sangat penting. Pasalnya belum lama ini destinasi wisata Banyuwangi yakni di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen telah menewaskan turis asing.

Sebagai Informasi, pada Sabtu, (20/4/2024) wisatawan asal China berinisial HL (31), meninggal dunia usai jatuh ke jurang sedalam 75 meter di Kawah Ijen saat hendak berfoto selfie. 

Dengan adanya kabar tersebut. Ipuk berupaya untuk kembali meningkatkan keamanan destinasi pariwisata di Banyuwangi khususnya TWA Kawah Ijen. Ia telah meminta pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi untuk berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) TWA Kawah Ijen terkait peningkatan keamanan wisata termasuk saat pendakian.

Ipuk mengatakan, adanya petunjuk atau rambu-rambu bagi wisatawan harus bisa kembali diketatkan, dan hal ini tentunya menjadi evaluasi bagi wisata Banyuwangi dalam menjamin keselamatan berwisata.

“Jadi diperketat dengan adanya rambu-rambu mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, termasuk petunjuk mana yang harus hati-hati dan mana yang bisa leluasa,” ucap Ipuk, Kamis (25/4/2024).

Selain itu, Ipuk melanjutkan, evaluasi termasuk pada penekanan terhadap Tour Guide dan Agent Travel. Terlebih terkait sertifikasi Tour Guide akan menjadi penanda jika pemandu wisata tersebut memiliki kompetensi yang memadai.

“Semua harus dievaluasi dari hulu ke hilirnya mulai dari wisatawan, pihak pengelola hingga pihak ketiga seperti Tour Guide dan Agent Travel,” tandasnya.

Sedangkan untuk menghindari kelalaian dari wisatawan sendiri, Ipuk menerangkan, Ia meminta untuk dibuatkan sebuah informasi petunjuk atau Juknis yang lengkap bagi wisatawan yang akan berwisata ke Banyuwangi. Hal tersebut di dalamnya termasuk aturan berwisata, hingga keselamatan berwisata.

“Karena kita juga punya laut. Laut juga bahaya dapat menghilangkan nyawa jika wisatawan lalai, seperti terbawa arus misalnya. Itulah pentingnya informasi,” pungkas Ipuk. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES