Pemerintahan

5 Desa Berhak Terima 100 Juta dari APBD Desa Bangga Budaya Kabupaten Tegal

Senin, 29 April 2024 - 20:07 | 18.00k
Dalang Wayang Santri Ki Haryo Enthus Susmono Ketua Dewan Kebudayaan bersama Sekertaris Dewan Kebudayaan Kabupaten Tegal Syamsul Falah (FOTO: Cahyo Nugroho/TIMES Indonesia)
Dalang Wayang Santri Ki Haryo Enthus Susmono Ketua Dewan Kebudayaan bersama Sekertaris Dewan Kebudayaan Kabupaten Tegal Syamsul Falah (FOTO: Cahyo Nugroho/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, TEGAL – Program Desa Bangga Budaya yang diikuti oleh 10 desa se Kabupaten Tegal akhirnya oleh dewan juri ditetapkan hanya 5 (lima) desa terpilih dan berhak menerima 100 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada tahun 2025.

Haryo Susilo kerap dikenal Ki Haryo Enthus Susmono Dalang Wayang Santri selaku Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Tegal didampingi Syamsul Falah Sekretaris menerangkan penilaian meliputi beberapa unsur dan telah tertera dalam template dibagikan ke desa se Kabupaten Tegal.

Syamsul-Falah-2.jpg

Ki Haryo Enthus Susmono menjelaskan ada lima hal yang perlu diperhatikan dalam Program Desa Bangga Budaya. Yaitu meningkatkan kesejahteraan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis pemajuan kebudayaan (perekonomian berbasis kearifan lokal), meningkatnya budi pekerti luhur, branding desa serta pelestarian Seni dan Budaya Daerah.

"Dari 5 hal tersebut kami berharap semua desa dengan potensi masing-masing desa mengikuti Program Desa Bangga Budaya dengan mengikuti prosedur termasuk memperhatikan dampak postif dari kearifan lokal, jadi tidak asal daftar dan ikut," jelas Ki Haryo Enthus Susmono.

Ia mengatakan bahwa tim juri yang terdiri Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ketua Dewan Kesenian Daerah dan Ketua Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Tegal menetapkan dari 10 desa yang mendaftar dan mengikuti terpilih 5 desa yang berhak menerima bantuan APBD Pemkab Tegal.

Pertama yaitu Desa Bumijawa Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal dengan program Revitalisasi Cagar Budaya dan Wisata Religi Bumi Wali Mayakerti. Kedua Desa Kramat Kepunduhan dengan Desa Wisata Sinema Kepunduhan yang mana masyarakat akan mendapat edukasi terkait sinema, mulai dari cara penulisan skrip dan lainnya.

Ketiga, Kecamatan Pangkah yaitu Balamoa sebuah desa yang memiliki potensi cikal bakal pengukuhan Embrio Desa Budaya melalui festival Jinten dan seni Gamelan Maulid yang rutin dilakukan masyarakat sekitar. Keempat, Kecamatan Dukuhturi, Desa Pagongan sebuah desa yang hingga saat ini melestarikan kearifan lokal dan pengembangan Situs Makam Datuk Kahfi, Sedekah Bumi hingga Wisata Religi

Sedangkan kelima adalah Kecamatan Balapulang yaitu Desa Balapulang Wetan dengan olahraga tradisional "Sampyong" dan Festival UMKM dan Kerakyatan Desa Balapulang Wetan.

"Jadi ke 10 desa ini telah menjalani proses tahapan penilaian sejak beberapa bulan lalu sehingga dari hasil proses penilaian tersebut tim juri menetapkan 5 desa masing-masing menerima bantuan 100 juta dari APBD tahun 2025 mendatang," jelas Ki Haryo.

Namun Dalang Wayang Santri, Ki Haryo Enthus Susmono yang juga sebagai Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Tegal berharap di masa akan datang tidak hanya 5 desa tetapi bisa bertambah lagi bahkan Dewan Kebudayaan menyiapkan pendampingan di tiap desa.

"Dewan Kebudayaan Kabupaten Tegal telah menyiapkan satu pendamping untuk satu desa se Kabupaten Tegal. Hal ini beralasan agar tiap desa dapat menjadikan potensi seni dan budaya mampu mensejahterakan masyarakat terutama di desa tersebut," terangnya.

Selain itu, Ki Haryo Enthus Susmono Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Tegal juga berharap media turut berperan serta dalam menggelorakan potensi desa terkait seni dan budaya tradisional sehingga seni dan budaya dapat terlestarikan dan tidak berangsur-angsur punah digilas oleh era perkembangan jaman.

Untuk diketahui, Program Desa Bangga Budaya Kabupaten Tegal diinisiasi Dewan Kebudayan dan bersinergi dan kolaborasi dengan Dispermades serta Dikbud Kabupaten Tegal. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES