Pemerintahan

Nelayan Banyuwangi Dilatih Membuat Produk Olahan Ikan hingga Marketing Online

Jumat, 03 Mei 2024 - 17:50 | 14.03k
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat berbicara kepada para nelayan. (Foto : Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia)
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat berbicara kepada para nelayan. (Foto : Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para nelayan dan masyarakat pesisir. Salah satunya dengan memberi pelatihan membuat produk olahan ikan hingga marketing online.

“Selain menangkap dan menjual hasil tangkapannya, nelayan kami dorong melakukan diversifikasi pangan. Mengolah ikan menjadi berbagai produk turunannya seperti nugget, bakso, kerupuk, dendeng, balado ikan, dan banyak lainnya,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Jumat (3/5/2024).

Hingga saat ini, Pemkab Banyuwangi telah menggulirkan berbagai program yang menyasar masyarakat pesisir dan ibu-ibu nelayan. Seperti pelatihan membuat produk olahan ikan menjadi nugget, bakso, kerupuk, dendeng, balado ikan, dan lainnya. Ada juga pelatihan marketing online hingga management pengelolaan keuangan.

“Kita berikan pelatihan dari hulu ke hilir, mulai pengolahan, marketing, hingga pengelolaan keuangannya. Dengan skill tersebut harapannya kesejahteraan nelayan Banyuwangi bisa semakin meningkat,” harap Ipuk.

Menurut Ipuk, cara ini dapat membantu menjaga perekonomian masyarakat nelayan.

“Saat suami tidak bisa melaut karena cuaca ekstrem, ibu-ibu nelayan tetap memiliki sumber pendapatan dengan menjual produk olahan ikan yang mereka buat,” ujarnya.

Sebelumnya Ipuk menghadiri halal bihalal bersama ratusan nelayan di pantai Gumuk Kantong, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Senin, 9 April 2024 lalu. Halal bihalal tersebut dihadiri sekitar 150 nelayan, perwakilan Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan, serta Kelompok Pengawas Masyarakat (pokwasmas) nelayan se-Banyuwangi.

Disitu Ipuk mengajak para nelayan menjaga kelestarian laut. Dia juga mengajak para nelayan menjaga kebersihan laut dan lingkungan pesisir.

“Saat melaut nelayan bisa memungut sampah-sampah plastik yang ada di laut. Selain mengotori, sampah plastik ini sangat membahayakan ekosistem laut,” terangnya.

Ipuk juga meminta nelayan untuk melakukan praktik penangkapan ikan dengan cara yang ramah lingkungan.

“Jangan gunakan bom atau pukat harimau. Ini sangat berbahaya dan dapat menghancurkan ekosistem laut. Bukan hanya stok ikan yang berkurang, terumbu karang juga akan mati, spesies ikonik laut yang lain juga bisa punah,” papar Ipuk. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES