Pemerintahan

Dai Wilayah 3T Inspiratif Jadi Kategori Baru di Anugerah Syiar Ramadan 2024

Kamis, 09 Mei 2024 - 09:48 | 14.60k
Direktur Penerangan Agama Islam Ahmad Zayadi. (FOTO: dok Kementerian Agama)
Direktur Penerangan Agama Islam Ahmad Zayadi. (FOTO: dok Kementerian Agama)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) bersama Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada ‘Anugerah Syiar Ramadan 2024’ memberikan penghargaan kategori baru untuk dai inspiratif dari program pengiriman dai ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di 34 provinsi di Indonesia.

Sebelumnya, Kemenag melalui Direktorat Penerangan Agama Islam telah mengirimkan 500 dai ke wilayah 3T selama bulan Ramadan 2024 kemarin. Mereka ditugaskan untuk memberikan layanan-layanan keagamaan kepada masyarakat di wilayah 3T tersebut.

Ada 4 dai yang memperoleh penghargaan tersebut, yaitu Helmy Hidayatullah (Dompu, NTB), Amal Khairat (Mentawai, Sumbar), Saddam Husain Amin (Majene, Sulsel), dan Didiek Srimulya Ahmad (Belitung, Kep. Bangka Belitung).

Direktur Penerangan Agama Islam Ahmad Zayadi menjelaskan bahwa atas izin KPI, kategori penghargaan untuk 4 dai tersebut sangat penting, karena kegigihan dan dedikasi dalam berdakwah selama Ramadan di wilayah 3T.

“Di samping kategori tersebut, Anugerah Syiar Ramadan 2024 juga memberikan kepada lembaga televisi dan radio yang menyuguhkan kategori program dakwah, baik bentuk kultum, talkshow, animasi, sinetron, liputan, iklan layanan masyarakat, dan kategori lainnya,” kata saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/5/2024).

Zayadi menyebut, anugerah ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran lembaga penyiaran untuk menyuguhkan siaran yang sehat, berkualitas, dan memperkuat praktik moderasi beragama dan wawasan kebangsaan. 

“Kami berkomitmen akan terus membersamai KPI dan MUI dalam penyelenggaraan Anugerah Syiar Ramadan di tahun-tahun mendatang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar menyebut, anugerah ini diberikan kepada insan media penyiaran yang telah memberikan informasi, edukasi, dan pendidikan kepada masyarakat selama Ramadan kemarin.

“Mereka menyiarkan tentang tata cara beragama, beribadah, dan bermasyarakat yang baik dan benar. Apa yang dilakukan insan media penyiaran itu merupakan sesuatu yang berharga dan bernilai bagi bangsa dan negara,” katanya.

Kiai Anwar menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyiaran Ramadan yang lalu. Ia berharap, siaran kebaikan seharusnya tidak hanya dilakukan di bulan Ramadan saja, tetapi juga di bulan-bulan lainnya. 

“Suatu kebaikan musti harus ditularkan dan diberitahukan kepada masyarakat agar masyarakat tidak terkontaminasi oleh informasi yang tidak baik dan bertanggung jawab,” katanya.

Dalam pandangannya, televisi dan radio punya peran untuk mengimplementasikan QS. Al-Rahman ayat 4 (allamahul bayan/ Dia mengajarinya pandai menjelaskan). Yakni menjelaskan kebaikan untuk mendidik masyarakat dalam rangka bertanggung jawab kepada bangsa dan negaranya.  

Sementara Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Ubaidillah, media punya peranan penting dalam penyebaran nilai kasih dan kesejukan Ramadan kepada seluruh masyarakat. Ramadan disiarkan untuk menambah kekhusukan dan membangun persatuan.

Disebutkan, Anugerah Syiar Ramadan 2024 ini dimaksudkan untuk memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang berkomitmen menyebarluaskan nilai-nilai kebajikan, kebijaksanaan, dan moderasi beragama.  

Ubaidillah mengatakan, pemberian apresiasi ini diharapkan bisa memantik lembaga penyiaran untuk mendorong transformasi positif bagi masyarakat melalui program siaran yang berkelanjutan. Menurutnya, masyarakat membutuhkan informasi yang terkonfirmasi kebenarannya dan dapat dipertanggungjawabkan di tengah masifnya arus informasi. 

Para pemenang Anugerah Syiar Ramadan 2024 adalah Ibra Berkisah-RTV (Program Animasi Indonesia); Upin Ipin-MNC (Animasi Asing); Damai Indonesia Spesial Ramadan-TVONE (Dakwah Non-Talkshow/Ceramah Televisi); Cinta Surga Cinta Islam-Trans7 (Dakwah Talkshow/Dialog Televisi); Para Pencari Tuhan Jilid 17-SCTV (Sinetron).

Lalu, Tauladan-RRI Gorontalo (Dakwah Talkshow/Dialog Radio); Mutiara Hati-SCTV (Dakwah Non-Talkshow/Kultum); Mutiara Ramadan-Fast FM Magelang (Dakwah Kultum Radio); Hafiz Indonesia 2024-RCTI (Ajang Bakat); Jejang Al-Qur’an-Trans7 (Dokumenter); Sahur Lebih Segerrrr-Trans7 (Variety/Reality Show); CNN Indonesia Heroes-CNN Indonesia (Feature Televisi); Laku Puasa Dalam Masyarakat Jawa-RRI Malang (Feature Radio); Pintu Berkah Spesial Ramadan-Indosiar (Film/FTV Religi); The Police-Trans7 (Liputan Ramadan Televisi); Liputan Dari Reporter Radio Sonora-Sonora FM (Liputan Ramadan Radio); Majalah Udara-RRI Bandung (Wisata Budaya); Si Gundul-Trans7 (Iklan Layanan Masyarakat Ramadan TV); Sucikan Diri-RRI Bandung (Iklan Layanan Masyarakat Ramadan Radio).

Sementara untuk kategori Dai Wilayah 3T Inspiratif, pemenangnya adalah Helmy Hidayatullah (lokasi dakwah Kabupaten Dompu), Amal Khairat (lokasi dakwah Kabupaten Mentawai), Saddam Husain Amin (lokasi dakwah Kabupaten Majene), dan Didiek Srimulya Ahmad (lokasi dakwah Kabupaten Belitung). (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES