Pemerintahan

Pemkot Surabaya Terima Penghargaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Terbaik dari Presiden Jokowi

Senin, 27 Mei 2024 - 16:33 | 12.50k
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat menerima penghargaan dari Presiden Jokowi di Istana Negara, Senin (27/5/2024). (FOTO: Dok. Pemkot Surabaya)
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat menerima penghargaan dari Presiden Jokowi di Istana Negara, Senin (27/5/2024). (FOTO: Dok. Pemkot Surabaya)

TIMESINDONESIA, SURABAYAWali Kota Surabaya, Eri Cahyadi terima penghargaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) terbaik se-Indonesia dari Presiden Jokowi (Joko Widodo) di Istana Negara, Senin (27/5/2024).

Momen tersebut disaksikan Wapres KH Maruf Amin, para menteri, Kapolri, Jaksa Agung, Panglima TNI, kepala lembaga pemerintahan, hingga sejumlah duta besar.

“Apresiasi dari pemerintah pusat ini merupakan pelecut semangat bagi Pemkot Surabaya untuk terus menyempurnakan dan mengintegrasikan seluruh layanan digital yang ada. Layanan digital akan terus ditingkatkan interoperabilitasnya untuk memudahkan warga, sekaligus bagian dari ikhtiar Surabaya membentuk ekosistem kota dunia yang di dalamnya tentu mensyaratkan soal kemajuan layanan digital,” kata Wali Kota Eri usai menerima penghargaan.

Dalam momen tersebut, lanjutnya, Presiden Jokowi menekankan tentang keharusan untuk mempermudah pelayanan publik dengan menggunakan instrumen digital. 

“Maka Pemkot Surabaya juga terus memacu kualitas pelayanan publik berbasis digital agar warga bisa semakin mudah, murah, dan cepat mendapatkan layanan. Kepala dinas, camat, dan lurah kalau tidak memberi perhatian pada layanan digital yang terpadu pasti kami evaluasi,” ujar Eri yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).

Lebih lanjut, Pemkot Surabaya terus memperkuat pelayanan berbasis online dan telah mengintegrasikan layanan berbasis online lewat Surabaya Single Window (SSW) Alfa, di mana warga bisa mengurus ratusan izin dan dokumen secara digital.

"Kolaborasi penerapan layanan juga kami lakukan dengan menggandeng sejumlah lembaga, seperti pengadilan negeri, pengadilan agama, hingga KUA. Sehingga semua layanan terkait bisa terintegrasi untuk memudahkan warga, seperti perubahan nama, persiapan pernikahan, pengurusan waris, dan sebagainya," jelas orang nomor satu di Pemkot Surabaya ini. 

Ia juga menegaskan, upaya Pemkot Surabaya dalam menerapkan SPBE belum sepenuhnya berjalan sempurna. Masih ada sejumlah hal yang kedepannya akan terus diperbaiki. 

“Transformasi digital tidak akan pernah berhenti, prosesnya dinamis dan akan selalu kita sempurnakan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Pemkot Surabaya meraih indeks tertinggi se-Indonesia berdasarkan penilaian SPBE yang terdiri atas 47 indikator yang membentuk ekosistem digital di suatu instansi, antara lain mulai terkait perencanaan, layanan internal, layanan eksternal, hingga audit teknologi. 

Penilaian penghargaan itu dilakukan dengan melibatkan 30 perguruan tinggi untuk menjamin prinsip independen dan obyektif, kemudian difinalisasi oleh Tim Koordinasi SPBE Nasional yang terdiri atas Kementerian Kominfo, Kementerian PANRB, Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, BSSN, dan BRIN.

Sejumlah indikator yang dinilai antara lain perencanaan strategis, inovasi proses bisnis, manajemen data, audit keamanan, pengadaan barang/jasa berbasis elektronik, layanan pengaduan publik, pemantauan kinerja pegawai, manajemen aset, kolaborasi penerapan SPBE, hingga layanan publik sektoral seperti untuk pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES