Pemerintahan

Kebiasaan Baru ASN Pemkot Mojokerto: HP "Disita" Saat rapat

Selasa, 04 Juni 2024 - 17:20 | 13.94k
Keranjang khusus yang digunakan untuk mengumpulkan gawai para ASN di lingkungan Pemkot Mojokerto, Rabu (4/6/2024) (Dok. TIMES Indonesia)
Keranjang khusus yang digunakan untuk mengumpulkan gawai para ASN di lingkungan Pemkot Mojokerto, Rabu (4/6/2024) (Dok. TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MOJOKERTO – Pj Wali Kota Mojokerto M Ali Kuncoro mencetuskan kebiasaan baru di kalangan ASN Pemkot Mojokerto. Kini, dalam setiap rapat, seluruh ASN diwajibkan untuk mengumpulkan dan meletakkan ponsel masing-masing di dalam satu keranjang khusus. Hal ini dilakukan untuk mencegah kebiasaan phone snubbing (phubbing) atau perilaku dan kebiasaan mengabaikan orang lain di sekitar karena terlalu fokus pada penggunaan ponsel.

"Kebiasaan mengumpulkan HP ini mulai kami berlakukan sejak pagi kemarin. Saya ingin semua yang ikut rapat fokus. Fisik dan pikirannya hadir untuk rapat. Bukan yang fisiknya hadir, tapi malah sibuk scrolling sosmed atau istilah gen Z sekarang ini phone snubbing, yang membuat rapat jadi tidak fokus dan tidak produktif," kata Pj Wali kota Mojokerto Ali Kuncoro, Rabu (4/6/2024).

Tidak bisa dipungkiri, kemajuan teknologi dan kehadiran media sosial semakin sulit untuk dipisahkan dalam keseharian manusia. Keberadaan media sosial seperti WhatsApp membantu jajaran pemkot untuk melakukan pekerjaan sehari-hari, seperti berkoordinasi ataupun berbagi informasi. Namun, ada beragam media sosial lainnya yang juga banyak dimanfaatkan, sehingga mengakibatkan arus informasi semakin sulit dibendung. Pesan informasi di beragam media sosial tersebut juga dikemas berupa konten yang sangat menarik, sehingga memicu terjadinya distraksi digital.

"Tidak ada yang salah dengan sosial media. Tapi, sekarang seringnya adalah, niat awal buka WA, mau balas satu chat penting. Selesai membalas, bukan ditutup kok jadi buka yang lainnya. Nah, itu sudah jadi kebiasaan mayoritas kita saat ini. Jadinya sulit fokus, konsentrasinya terpecah," tutur Ali Kuncoro.

Mengutip artikel _Harvard Business Review_ (2015), kajian yang dilakukan Cliford Nass dari Stanford University menunjukkan seseorang yang terbiasa berkegiatan sambil tetap sibuk memperhatikan konten digital, ternyata tidak memperhatikan, mengingat, dan mengatur tugasnya sebaik orang yang tetap fokus pada satu hal di satu waktu. Hal ini tentu saja berakibat pada turunnya produktivitas dan keterlibatan, baik di kantor maupun di rumah.

"Ini memang terlihat kecil, sederhana. Tapi semoga ini bisa menjadi ikhtiar kami, untuk semakin meningkatkan pelayanan untuk masyarakat. Karena dengan rapat-rapat yang kondusif, akan menghasilkan kebijakan berkualitas, yang nantinya berpengaruh ke masyarakat," pungkas Mas Pj, sapaan akrab Pj Wali Kota.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES