Pemerintahan

Pembentukan Destana Jatim di Lumajang Sasar Desa Terdampak Banjir Lahar Gunung Semeru

Sabtu, 15 Juni 2024 - 09:54 | 20.22k
BPBD Jatim menggelar rapat koordinasi pembentukan Destana. (Foto: Dok.BPBD Jatim)
BPBD Jatim menggelar rapat koordinasi pembentukan Destana. (Foto: Dok.BPBD Jatim)

TIMESINDONESIA, LUMAJANG – Memasuki minggu kedua Bulan Juni, kegiatan Pembentukan Destana Jatim terus berlanjut. Kali ini, sasarannya beralih ke Kabupaten Bangkalan, Sampang, Lumajang dan Kota Pasuruan.

Khusus, di Kabupaten Lumajang, pembentukan Destana menyasar tiga desa terdampak banjir lahar dingin Gunung Semeru.

Yakni, Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono, Desa Kloposawit Kecamatan Candipuro dan Desa Selokbesuki juga di Kecamatan Sukodono.

Hadir dalam pembukaan pembentukan Destana di Desa Kutorenon, Kalaksa BPBD Lumajang Patria Dwi Hastiadi, Analis Kebencanaan BPBD Jatim Dadang Iqwandy, Camat Sukodono Dian Nurwisundah, Forkopimcam setempat dan Kades Kutorenon, Faisal Rizal.

Kalaksa BPBD Lumajang dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih atas ditetapkannya tiga desa di Lumajang sebagai lokasi Destana 2024.

Sebab, selama ini, desa-desa tersebut memang kerap terdampak bencana, utamanya saat terjadi luapan lahar dingin Gunung Semeru. Termasuk, saat banjir lahar dingin, April lalu.

Karenanya, ia meminta segenap peserta Destana untuk mengikuti pelatihan yang berlangsung selama 7 hari ini dengan seksama.

BPBD-Jatim-a.jpg

"Ikuti dengan baik dan aktif. Karena apa yang diajarkan para fasilitator nanti akan sangat bermanfaat bagi panjenengan semua," pesannya, Sabtu (15/6/2024).

Mewakili Kalaksa BPBD Jatim, Analis Kebencanaan Dadang Iqwandy mengatakan, pembentukan Destana ini memang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.

Harapannya, dengan semakin meningkatnya kapasitas dan pemahaman masyarakat akan penanganan bencana, maka risiko dan dampak bencana akan semakin berkurang. 

Seperti yang diketahui, saat terjadi  banjir lahar dingin, 18 April 2024 lalu, dari sekian desa yang terdampak, Desa Kloposawit dan Desa Kutorenon tercatat sebagai daerah yang terdampak cukup parah.

Di Kloposawit, selain Jembatan Mujur II yang terputus aksesnya, tanggul Sungai Mujur juga mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan lahar dingin.

Bahkan 2 orang korban meninggal dunia akibat bencana itu juga berasal dari Desa Kloposawit. Tepatnya, dari Dusun Jurang Geger RT 14 RW 07, Desa Kloposawit.

Sedang, di Desa Kutorenon, dampak akibat banjir lahar dingin juga tercatat cukup parah. Sedikitnya, 275 rumah terdampak banjir yang membawa material lumpur dan ranting-ranting pepohonan.

Sementara, seperti pelaksanaan Destana sebelumnya, di setiap desa sasaran juga diserahkan bantuan 100 bibit pohon produktif kepada masing-masing desa. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES