Pemerintahan

Hari Keamanan Pangan Dunia, Pj Gubernur Adhy Pastikan Jatim Miliki Mobil Laboratorium Uji Pangan 

Jumat, 21 Juni 2024 - 11:36 | 24.36k
Pj Gubernur Adhy saat menyampaikan sambutan dalam acara Peringatan Hari Keamanan Pangan Dunia World Food Safety Day (WFSD) di Ciputra World Mall Surabaya, Jumat (21/6/2024). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Pj Gubernur Adhy saat menyampaikan sambutan dalam acara Peringatan Hari Keamanan Pangan Dunia World Food Safety Day (WFSD) di Ciputra World Mall Surabaya, Jumat (21/6/2024). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur (Jatim) Adhy Karyono membuka acara Peringatan Hari Keamanan Pangan Dunia-World Food Safety Day (WFSD) di Ciputra World Mall Surabaya, Jumat (21/6/2024).

Hari Keamanan Pangan Dunia 2024 yang digelar oleh Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) tersebut mengusung tema Kolaborasi Kesiapsiagaan Dalam Mewujudkan Pangan Segar Aman "Food Safety : Prepare For The Unexpected". 

Pj Gubernur Jatim Adhy mengatakan bahwa tema ini bukan hanya terkait  ketersediaan pangan, namun juga kualitas, kapasitas dan daya jual serta peningkatan kesejahteraan maupun kesehatan masyarakat.

"Momentum ini bisa menyadarkan kami akan pentingnya keamanan pangan di Jatim," terang Pj Gubernur Adhy. 

Acara Hari Ketahanan Pangan Dunia ini sekaligus menghadapi tantangan keamanan pangan dari sisi higienitas. Bukan hanya memfokuskan perubahan iklim yang berdampak pada produksi tanam bahan pangan.

"Setelah saya teliti kembali, badan pangan lebih fokus kembali kepada bagaimana food safety-nya. Kita menyadari bahwa tidak semua bahan pangan diproduksi dengan higienis atau ada pencemaran," ujarnya.

Momentum Hari Keamanan Pangan turut menjadi fokus Pemprov Jatim. Tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga kebersihan dan kesehatan makanan tidak mengandung unsur yang membahayakan.

"Itu tadi komitmen kita," tandas Pj Gubernur Adhy.

Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa mengurangi penyakit bawaan makanan juga menjadi bagian penting.

Setidaknya 600 juta penyakit setiap tahun berasal dari makanan yang terkontaminasi dan lebih dari 420 ribu kematian. Di Indonesia, hampir 5.000 kasus keracunan makanan dilaporkan dari Januari hingga Oktober 2023. Angka itu meningkat lebih dari 30 persen dari tahun 2022.

"Ini di luar dari urusan apakah makanan itu faktornya seperti apa sehingga tidak layak atau membahayakan," katanya.

Pemprov Jatim menyatakan siap bertanggungjawab terhadap faktor safety makanan yang seyogyanya bisa dicegah dari unsur keamanan makanan.

Tema Food Safety Prepare For The Unexpected ini dinilai sangat tepat untuk lebih mewaspadai dalam menghadapi berbagai insiden keamanan makanan.

Karena tidak semua makanan dihasilkan dari tempat yang bersih. Begitu pula proses tanam, olah, petik, jual dari pertanian, terkadang kurang memenuhi prosedur yang ditentukan. Termasuk pengawasan sistem peternakan.

"Itu juga tantangan hewani, bagaimana lingkungan yang membuat makanan itu bisa dikonsumsi dengan sehat," ujarnya.

Pj Gubernur Adhy kemudian meminta Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Biro Ekonomi agar bisa mengimplementasikan kebijakan dari Badan Pangan Nasional. 

Salah satunya menyediakan layanan gratis mobil laboratorium bahan pangan yang sama seperti yang ada pada BPOM. Mobil layanan antara lain akan berkeliling ke kawasan sentra penghasil produk pertanian maupun perkebunan.

"Jawa Timur jangan khawatir, kami akan siapkan mandiri secara provinsi karena itu wajib karena bagian dari layanan publik untuk bisa para petani, para produsen tidak perlu harus mencari sumber lain untuk melakukan uji laboratorium," ujar Adhy.

Ia juga memaparkan data pola konsumsi masyarakat Jatim. Berdasarkan Skor Pola Penanganan Harapan (PPH) Tahun 2023 sebesar 93,8 persen. Angka tersebut meningkat 1 persen dari tahun 2022 yaitu 92,8 persen.

Dari skor itu, kata Adhy, diketahui bahwa tingkat konsumsi Jatim yang masih berada di bawah target adalah protein hewani, sayur dan buah. 

"Padahal di Jatim jumlahnya melimpah, daging juga gudangnya di Jatim," ucap Adhy.

"Tetapi kemarin kita telah menyampaikan, walaupun kita surplus 3,1 juta ton beras kita, tetapi kenyataannya di lapangan sulit. Karena apa? Ternyata seluruh komoditas pangan dari Jatim harus menyuplai ke 16 provinsi yang ada di wilayah timur dan juga tengah tambah 4 provinsi. Dua puluh provinsi sangat ketergantungan bahan pangan dari Jatim," jelasnya.

Pj Gubernur Adhy menegaskan, bahwa Jatim tidak bisa dibandingkan dalam antisipasi pengendalian inflasi. Jatim sendiri merupakan lumbung pangan yang menjadi tulang punggung dalam memberikan kontribusi ketersediaan pangan bagi sejumlah kawasan di Indonesia. 

"Untuk kontribusi padi secara nasional saja kita 17 persen," ungkap Pj Gubernur Adhy.

"Sebegitu banyak operasi pasar, begitu banyak penyediaan makanan, inspeksi dan sebagainya. Tetapi mengurus 'negara' Jawa Timur dengan 38 kabupaten/kota itu sangat besar," tegasnya.

Pasca memastikan ketersediaan pangan, tugas berikutnya adalah mengamankan produk pangan agar bebas penyakit dan unsur berbahaya.

Dalam rangka menjamin keamanan pangan, Jatim pada bulan ini akan melakukan pengawasan pre market maupun post market. 

"Tetapi saya kira itu belum cukup apalagi kita belum mempunyai laboratorium khusus untuk pangan," katanya. 

Oleh karena itu, Pemprov Jatim juga mengalokasikan kegiatan pangan segar di delapan kabupaten. 

"Dan tentu banyak kebijakan dari Kemendagri yang harus saya lakukan untuk pangan, semua kita lakukan. Insya Allah di Jatim, karena kita lumbung pangan, maka seluruh kebijakan kita implementasikan. Termasuk jika Bappanas ada hal-hal khusus yang harus kami lakukan untuk bisa menjaga keamanan pangan, kami siap untuk memenuhi kebutuhan itu," paparnya.

Pj Gubernur Adhy optimistis terhadap upaya peningkatan ketahanan pangan di samping ketersediaan pangan di tengah perubahan iklim. Namun ia memastikan Jatim dapat mempertahankan kapasitas produksi pangan dengan bantuan sejumlah Alsintan dari Kementerian Pertanian.

"Tapi mulai hari ini kita akan konsen bagaimana juga keamanan pangan kita," jelasnya.

Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi Keamanan pangan mengapresiasi daerah yang telah menerapkan sistem pengawasan keamanan pangan dengan baik, terencana dan terpadu.

"Momen WSFD ini sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua tentang arti safety seperti yang disampaikan Pak Pj Gubernur," ujarnya.

Arief mengatakan bahwa salah satu upaya penting dalam menjaga keamanan makanan adalah share responsibilities.

"Saya mengajak semua stakeholder di bidang pangan, akademis, business, government, communities dan media untuk mengambil peran dalam mewujudkan keamanan pangan yang lebih baik lagi," ucapnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES