Pemerintahan

Forum Smart City 2024, Bahas Penguatan Smart Kampung untuk Pelayanan di Banyuwangi

Sabtu, 22 Juni 2024 - 14:29 | 16.27k
Sekretaris Daerah Banyuwangi, Mujiono bersama Narasumber dan peserta Forum Smart City 2024. (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia).
Sekretaris Daerah Banyuwangi, Mujiono bersama Narasumber dan peserta Forum Smart City 2024. (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, BANYUWANGIBanyuwangi menggelar Forum Smart City 2024 dengan fokus utama untuk memperkuat Smart Kampung sebagai platform layanan publik berbasis digital di Bumi Blambangan.

Kegiatan yang berlangsung  di Aula Minak Jinggo tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Banyuwangi, Mujiono, pada Kamis (20/06/2024). Acara tersebut diikuti oleh puluhan anggota Dewan Smart City daerah yang berasal dari Pemkab Banyuwangi, perwakilan lembaga vertikal, perguruan tinggi, sektor swasta dan unsur masyarakat.

Untuk memastikan wawasan benar-benar berbobot, acara ini menghadirkan narasumber ahli Smart City, di antaranya Prof. DR. Rini Rachmawati dari Departemen Geografi Pembangunan, Fakultas Geografi UGM, serta dari APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia) Jawa Timur, Ayom Rahwana.  

Sekda Mujiono mengatakan Forum Smart City 2024 digelar untuk mengidentifikasi strategi terbaik dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta dan masyarakat dalam upaya memperkuat layanan kota yang berbasis teknologi digital. 

Menurutnya, dengan kerja sama tersebut diharapkan bisa mempercepat proses digitalisasi, meningkatkan pelayanan publik dan ujungnya meningkatkan kualitas hidup warga Banyuwangi.

“Forum ini kita harapkan sebagai ajang untuk mengevaluasi apa yang sudah kita lakukan, dan apa yang perlu kita lakukan bersama untuk meningkatkan layanan di Banyuwangi dengan memanfaatkan TIK. Tentunya ini semua dalam kerangka Smart Kampung yang telah menjadi komitmen kita bersama,” kata Mujiono, Sabtu, (22/6/2024).

Menurutnya, forum ini sangat tepat dimanfaatkan untuk saling sharing ide tentang apa-apa yang harus ditingkatkan dan diperlukan dalam upaya membangun sebuah kota yang nyaman dan layak ditinggali oleh warganya.    

“Membangun sebuah kota yang kita idam-idamkan bersama membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta dan masyarakat. Dalam rangka ini kita bisa bersama-sama mulai bekerja sama, misalkan berbagi dan berintegrasi data. Saling sharing pemanfaatan teknologi,” ungkapnya.

Sementara itu, narasumber ahli di bidang Smart City, Prof. Rini Rachmawati, mengatakan Banyuwangi saat ini telah memiliki program Smart City yang sangat baik melalui Smart Kampung yang diterapkan hingga ke level desa.

“Kenapa baik, karena program ini sudah sangat fokus yakni pelaksanaan programnya menyasar desa-desa dengan menghadirkan pelayanan publik berbasis teknologi yang memberi kemudahan, kecepatan dan berbiaya murah. Warga desa sangat dimudahkan,” ujar Rini yang selama ini fokus pada pengembangan Smart Village ini.

Prof. Rini pun menyebutkan konsep Smart Kampung Banyuwangi sejalan dengan Konsep Smart Village dimana untuk memperkuat pelaksanaannya diperlukan elemen pendukung. Yakni Smart Government atau pemerintahan yang cerdas, Smart Community atau masyarakat yang cerdas, dan Smart Environment atau lingkungan yang cerdas. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES