Pemerintahan

Pelayanan Sampah di Lombok Utara: Upaya Rutin untuk Lingkungan Bersih

Jumat, 28 Juni 2024 - 18:20 | 12.68k
Petugas kebersihan dari UPT Persampahan mengangkut sampah di zona darat. (FOTO: HERY MAHARDIKA/TIMES Indonesia)
Petugas kebersihan dari UPT Persampahan mengangkut sampah di zona darat. (FOTO: HERY MAHARDIKA/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, LOMBOK UTARA – Pulau Lombok, terkenal dengan keindahan alamnya, juga memiliki tantangan dalam pengelolaan sampah. Di Lombok Utara, pelayanan pengelolaan sampah telah menjadi fokus utama untuk menjaga kebersihan lingkungan setiap hari. Dengan adanya upaya rutin ini, masyarakat setempat dapat menikmati lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

"Pelayanan pengangkutan sampah di Lombok Utara dibagi menjadi dua zona, yaitu zona darat dan zona pulau," ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Persampahan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Lombok Utara, Faturrahman Wiratmo, S.Pd., M.M kepada TIMES INDONESIA, Jumat (28/6/2024).

Petugas-kebersihan-2.jpgPetugas kebersihan dari UPT Persampahan mengangkut sampah di wilayah zona pulau. (FOTO: Wiratmo untuk TIMES Indonesia)

Pelayanam sampah dilakukan rutin setiap hari. Mengapa demikian penting? Pelayanan sampah harian tidak hanya menjamin lingkungan yang bersih tetapi juga mengurangi risiko penyebaran penyakit dan polusi udara. 

"Dengan menerapkan sistem pengumpulan rutin, sampah organik dan non organik dapat diolah dengan lebih efisien, mengurangi dampak negatifnya terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan," katanya.

Untuk mendukung pelayanan harian, pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Lombok Utara sudah menyiapkan sarana dan prasarana seperti dam truk delapan unit, amrol 12 unit. Dijelaskan, untuk dam truk diperuntukan mengangkut sampah skala rumah tangga, pertokoan, swalayan, dan tempat-tempat rekreasi. 

"Terkait dengan amrol satu paket dengan kontainer yang ditempatkan di beberapa hotel, selain itu difungsikan oleh industri terutama yang menangani tambak udang," jelasnya.  

Kemudian terkait dengan tiga pulau (Meno, Air, dan Trawangan) yang menjadi kawasan wisata andalan. Pihaknya bekerjasama dengan kelompok swadaya masyarakat (KSM), di Gili Trawangan sudah ada dibangunkan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) yang menjadi lokasi pemilahan sampah dilakukan KSM. 

"Sementara, Gili Meno dan Gili Air sudah menyiapkan kapal tongkang yang langsung dibawa ke darat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jugil," terangnya.

Supaya tidak berbenturan, langkah-langkah konkret dalam pelayanan sampah, penjadwalan pengumpulan rutin: setiap hari, tim pengelola sampah berangkat menuju titik-titik kumpul untuk mengambil sampah dari rumah-rumah dan tempat umum.

Pola pengangkutan yang dilakukan disebut sistem sisir, maksudnya adalah pelanggan telah menempatkan sampah di tempat-tempat yang gampang diakses oleh armada. Setiap armada berisikan 3 atau 4 orang fungsinya mengangkat sampah.

"Setiap armada punya jalur sendiri untuk mengangkut sampah," ucapnya.

Satu armada estimasi berkisar 3/4 ton per satu armada. Dalam sehari 8 dum truk tinggal dikalkulasikan saja jika setiap hari ada 8 dum truk kali 4 berarti ada 24 ton perhari ke TPA. 

"Inovasi pembatasan penggunaan sampah plastik minimal bisa mengatasi atau bernilai jual," katanya.

Selain itu, perlu adanya pendidikan masyarakat, program edukasi kepada masyarakat lokal tentang pentingnya pemilahan sampah dan dampak negatifnya terhadap lingkungan.

"Pengolahan limbah, pilihan metode pengolahan yang ramah lingkungan untuk meminimalkan dampak limbah terhadap lingkungan sekitar," paparnya.

Dampak positif pelayanan sampah yang efektif dengan diterapkannya pelayanan pengelolaan sampah yang efektif dan rutin, Lombok Utara mengalami beberapa dampak positif.

Peningkatan kesehatan masyarakat, penyakit yang terkait dengan sampah dapat diminimalkan, karena lingkungan yang lebih bersih.

Pariwisata berkelanjutan, lingkungan yang bersih adalah daya tarik utama bagi pariwisata berkelanjutan di Lombok Utara.

Pemberdayaan ekonomi lokal, melalui program pengelolaan sampah, masyarakat dapat terlibat dalam upaya daur ulang dan pemrosesan sampah yang dapat meningkatkan pendapatan lokal.

"Kami tidak hanya fokus pada pengangkutan sampah rutinitas, namun juga meningkatkan edukasi masyarakat mengenai sampah," terang Wiratmo. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES