Pemerintahan Derap Nusantara

Penggunaan Dana Desa di Situbondo Dipuji BPKP Jatim untuk Penanganan Stunting

Rabu, 10 Juli 2024 - 12:54 | 11.78k
Koordinator Pengawasan Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah BPKP Jatim, Teguh Harjanto. (Foto: Antara)
Koordinator Pengawasan Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah BPKP Jatim, Teguh Harjanto. (Foto: Antara)

TIMESINDONESIA, SITUBONDO – Kabupaten yang dikenal dengan Kota Santri Pancasila ini, mendapat apresiasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Timur atas kontribusi desa-desa dalam penanganan stunting dan kemiskinan.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Kabupaten Situbondo memiliki prevalensi stunting terendah ketiga di Indonesia, dan Pemkab Situbondo telah menerima penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Teguh Harjanto, Koordinator Pengawasan Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah BPKP Jatim, menegaskan, penanganan stunting dan kemiskinan merupakan tanggung jawab bersama.

"Penanganan stunting maupun kemiskinan ini, tidak mungkin diselesaikan hanya oleh pemerintah pusat, tetapi juga perlu dukungan dari daerah hingga pemerintahan desa," ujarnya.

Menurut Teguh, desa-desa di Situbondo telah menunjukkan kontribusi nyata dalam mengurangi angka stunting dan kemiskinan melalui penggunaan Dana Desa (DD) yang dialokasikan oleh pemerintah pusat.

Pada tahun 2022, angka stunting di Situbondo mencapai 30,9 persen, namun berhasil ditekan menjadi 4,1 persen pada tahun 2023, jauh di bawah target pemerintah pusat untuk tahun 2024 sebesar 14 persen.

Teguh juga menekankan, pengawasan BPKP tidak hanya mencakup aspek keuangan melalui Dana Desa, tetapi juga aspek pembangunan, termasuk penanganan stunting.

"Kami (BPKP, red) melakukan pengawasan dari sisi keuangan dan pembangunan, salah satunya terkait stunting," jelasnya.

Data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Situbondo menunjukkan jika desa-desa di Situbondo telah menerima penyaluran Dana Desa dari pemerintah pusat sebesar Rp89 miliar, dengan realisasi sekitar 50 persen. 

Kontribusi desa-desa ini sangat penting dalam upaya bersama untuk mengatasi stunting dan kemiskinan di Kabupaten Situbondo, memastikan kesejahteraan masyarakat terjamin dan mencapai target yang telah ditetapkan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ryan Haryanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES