Ditjen Bimas Buddha Kemenag RI Raih Penghargaan IKPA Terbaik
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha (Ditjen Bimas Buddha) Kemenag mencatat prestasi dengan realisasi anggaran tertinggi selama 2021-2023, serta meraih berbaga ...

JAKARTA – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha (Ditjen Bimas Buddha) Kementerian Agama (Kemenag RI) berhasil mencatatkan prestasi gemilang dalam hal pengelolaan anggaran selama periode 2021 hingga semester pertama 2024. Selain mencapai realisasi anggaran tertinggi di lingkup Kemenag, Ditjen Bimas Buddha juga mendapatkan sejumlah penghargaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta IV.
"Tahun 2022, Ditjen Bimas Buddha mendapat penghargaan atas Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Terbaik dari KPPN Jakarta IV. Pada tahun 2023, kami meraih Peringkat Pertama atas laporan Pertanggungjawaban Bendahara Pengeluaran Pagu Besar untuk semester pertama. Sementara di tahun 2024, Ditjen Bimas Buddha kembali memperoleh penghargaan sebagai peringkat kedua dalam Nilai IKPA Pagu 50-150 Miliar pada semester pertama," ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi, di Jakarta, Jumat (18/10/2024).
Supriyadi menjelaskan bahwa kesuksesan ini merupakan hasil dari pelaksanaan program anggaran yang sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024, di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo dan arahan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Ditjen Bimas Buddha secara konsisten melakukan kontrol dan evaluasi berkala terhadap serapan anggaran serta capaian target kinerja baik di tingkat pusat maupun daerah. Selain itu, pemantauan terhadap bantuan pendidikan dan kelembagaan terus dilakukan secara ketat.
"Kami selalu mengawasi dan mengevaluasi serapan anggaran, memastikan bahwa program yang dijalankan berdampak langsung kepada masyarakat, khususnya umat Buddha. Hasilnya, selama tiga tahun terakhir, Ditjen Bimas Buddha terus menempati posisi tiga besar di antara 11 unit kerja eselon 1 di Kementerian Agama," ungkap Supriyadi.
Realisasi anggaran Ditjen Bimas Buddha menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Pada tahun 2021, serapan anggaran mencapai 99,79%, menjadikannya sebagai yang tertinggi di antara seluruh unit kerja Eselon 1 di Kemenag. Di tahun 2022, realisasi anggaran mencapai 98,54%, menempati urutan kedua, sedangkan pada tahun 2023 kembali menduduki urutan pertama dengan serapan 99,74%.
Supriyadi menargetkan bahwa di tahun 2024, Ditjen Bimas Buddha dapat mencapai realisasi anggaran hingga 99%.
"Atas arahan Bapak Menteri Agama, kami terus bekerja sesuai dengan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) yang ditetapkan. Target kami di tahun 2024 adalah mencapai serapan anggaran 99%, melanjutkan tren positif yang sudah dicapai dalam tiga tahun terakhir," jelasnya.
Supriyadi juga berharap bahwa prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi Ditjen Bimas Buddha dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada umat Buddha di seluruh Indonesia. Keberhasilan ini, menurutnya, bukan sekadar pencapaian anggaran, tetapi juga bukti dari komitmen kuat untuk memberikan pelayanan publik yang optimal.
“Kami berharap, capaian ini menjadi semangat untuk terus meningkatkan pelayanan kepada umat Buddha di Indonesia. Pencapaian ini menunjukkan dedikasi kami dalam mengelola anggaran secara efektif dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Pdt. Albert Yoku, salah satu perwakilan dari Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, juga memberikan apresiasinya terhadap kinerja Ditjen Bimas Buddha. Ia menyebut bahwa keberhasilan dalam mengelola anggaran menjadi contoh nyata bagaimana sebuah instansi pemerintah dapat berkontribusi dalam menciptakan kesejahteraan melalui tata kelola keuangan yang baik.
Dengan berbagai penghargaan yang telah diterima selama beberapa tahun terakhir, Ditjen Bimas Buddha Kemenag optimis untuk terus menjaga prestasi ini dalam pelaksanaan program-program ke depan.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


