Pemerintahan

Belanda Kembalikan Sejumlah Arca Candi Singosari dan Candi Jago ke Indonesia

Senin, 17 Februari 2025 - 20:38 | 36.68k
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat berada di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya, Senin (17/2/2025). (FOTO: Istimewa)
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat berada di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya, Senin (17/2/2025). (FOTO: Istimewa)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, MALANG – Sejumlah arca milik Candi Singosari dan Candi Jago yang sebelumnya dibawa ke Belanda akhirnya dikembalikan ke Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon saat kunjungannya ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya, Senin (17/2/2025).

Dalam kunjungannya ke Malang, Fadli Zon meninjau beberapa situs cagar budaya, termasuk Candi Singosari, Candi Kidal, dan Candi Jago. Ia mengonfirmasi bahwa lima arca dari Candi Singosari telah dipulangkan dari Belanda dan saat ini berada di Indonesia.

Advertisement

"Dalam rangkaian kunjungan ke Kota Malang, saya melihat sejumlah cagar budaya, termasuk Candi Singosari, di mana lima arca yang sebelumnya dibawa ke Belanda telah dikembalikan. Selain itu, saya juga meninjau Candi Kidal yang memiliki arca Garuda yang sangat penting, serta Candi Jago yang kini membutuhkan pemugaran karena mengalami banyak kerusakan," ujar Fadli Zon.

Meskipun arca-arca ini telah kembali ke Indonesia, pemerintah belum memungkinkan untuk mengembalikannya langsung ke Candi Singosari atau Candi Jago. Faktor keamanan, kondisi cuaca, serta aspek pelestarian menjadi pertimbangan utama.

"Ada sejumlah arca, termasuk arca Ganesha, yang sebenarnya harus berada di Candi Singosari. Namun, untuk saat ini, belum memungkinkan untuk dikembalikan ke tempat asalnya karena alasan keamanan, kesehatan, dan kondisi cuaca. Oleh karena itu, sementara waktu, arca-arca ini akan disimpan dan dipreservasi di Museum Nasional," jelasnya.

Keputusan ini bertujuan untuk memastikan perlindungan dan perawatan maksimal bagi arca-arca tersebut, mengingat faktor lingkungan di lokasi candi yang dapat mempercepat proses pelapukan.

Dalam kunjungannya, Fadli Zon juga menyoroti kondisi Candi Jago yang saat ini mengalami banyak kerusakan. Ia menegaskan perlunya pemugaran segera agar candi ini tetap terjaga sebagai warisan budaya bangsa.

"Candi Jago dalam kondisi yang harus segera dilakukan pemugaran karena sudah banyak mengalami kerusakan. Kita harus memastikan pelestarian situs sejarah ini agar tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang," tambahnya.

Pengembalian arca-arca ini merupakan bagian dari upaya diplomasi budaya antara Indonesia dan Belanda dalam mengembalikan artefak bersejarah ke tanah air. Dengan adanya pemulangan arca-arca bersejarah ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya pelestarian situs budaya semakin meningkat, baik di kalangan akademisi, pemerintah, maupun masyarakat umum. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES