Advertisement
Pemerintahan

Lima Kepala Daerah Asal DIY Resmi Dilantik Presiden Prabowo

Lima Kepala Daerah asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), resmi dilantik bersama 961 orang Kepala Daerah se Indonesia.

TIMES Indonesia,
Lima Kepala Daerah Asal DIY Resmi Dilantik Presiden Prabowo
Suasana acara pelantikan Kepala Daerah se Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta (Foto: Tangkapan layar)
A-AA+

Yogyakarta Lima Kepala Daerah asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), resmi dilantik bersama 961 orang Kepala Daerah se Indonesia. Para Kepala Daerah tersebut dilantik secara serentak oleh Presiden Prabowo Subanto di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/2/2025).

Kelima kepala daerah itu adalah A. Halim Muslih dan Aris Suharyanta Bupati/Wakil Bupati Bantul, Harda Kiswaya dan Danang Maharsa Bupati/Wakil Bupati Sleman, Agung Setyawan dan Ambar Purwoko Bupati/Wakil Bupati Kulon Progo.

Advertisement

Berikutnya, Endah subekti dan Joko Purwoto Bupati/Wakil Bupati Gunungkidul, serta Hasto Wardaya dan Wawan Harwawan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta.

Dalam pidatonya Presiden Prabowo meminta kepada seluruh kepala daerah untuk selalu membela kepentingan rakyat, dan berjuang untuk kebaikan hidup rakyat.

“Itu adalah tugas kita,” kata Prabowo yang juga merupakan Ketua Umum Partai Gerindra.

Menurutnya, partai boleh berbeda, juga agama dan suku berbeda, tapi kita semuanya telah lahir dalam satu bingkai yakni keluarga besar Republik Indonesia dan keluarga besar Bhineka Tunggal Ika.

Seluruh kepala daerah yang telah diambil sumpah dan janji, tentunya memiliki janji dan prioritas utama untuk membangun daerahnya lebih baik. Salah satunya Bupati Sleman Harda Kiswaya.

Advertisement

Sebelumnya, Bupati Sleman terpilih Harda Kiswaya berjanji bakal menyelesaikan persoalan sampah dan penerangan jalan di Sleman seusai dilantik.

Berpijak pada APBD yang sudah ada, pertama-tama Harda akan berdiskusi dengan sejumlah pihak terkait anggaran dan rencana program yang telah ada.

“Tentunya yang pertama saya ajak diskusi teman-teman, kemudian Dewan, kemudian kami padukan dengan visi misi,” ucap Harda

Menurutnya, persoalan sampah perlu ditangani secara segera dan dianggap mendesak di Kabupaten Sleman.

“Hal yang perlu segera kami selesaikan ya pertama tentang sampah, ini suatu kebutuhan pokok yang mendesak segera dieksekusi,” kata Harda yang juga mantan Sekda Sleman ini

Untuk itu, terlebih dulu Harda akan menelaah bagaimana program dan jalannya sistem penanganan sampah yang dilaksanakan Sleman saat ini. Muaranya tetap, Harda ingin mengatasi persoalan sampah dari hulu ke hilir.

“Sekarang ini sistemnya seperti apa kami telaah, solusinya juga. Goal-nya sampai bisa ditangani dari hulu sampai hilir. Itu salah satu contoh saja,” tuturnya

Menyoal penerangan jalan, dia juga berjanji akan sesegera mungkin menyelesaikan masalah ini, setidaknya dalam tahun awal dirinya menjabat nanti.

Nah, penerangan jalan di Sleman, baginya belum sepenuhnya merata sampai ke pelosok. Sehingga, perlunya mapping dan koordinasi kepada pihak terkait.

“Jalan ini juga harus dituntaskan sampai pelosok-pelosok, penerangan jalan vital juga harus dijselesaikan. Produktivitas dan kemudahan penduduk jadi tujuannya,” jelasnya.

Ketika ditanya apa kurangnya program penanganan sampah saat ini, Harda belum bisa memberikan penilaian karena masih berada di luar pemerintah.

Untuk diketahui, usai pelantikan seluruh Kepala Daerah akan mengikuti retreat atau orientasi di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah kurang lebih sepekan.

Berdasarkan data Istana Kepresidenan, jumlah kepala daerah yang dilantik Presiden Prabowo Subianto mencapai 961 orang, terdiri dari 33 gubernur dan 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota, dan 85 wakil. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

A. Tulung
PenulisA. TulungSarjana Peternakan Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Tahun 2006 dan Magister Manajemen Universitas Teknologi Yogyakarta (2017). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia