Pemerintahan Mozaik Ramadan 2025

Awal Ramadan 1446H Berpotensi Serentak, Menag: Momentum Persatuan Umat

Jumat, 28 Februari 2025 - 15:35 | 12.59k
Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar (tengah) dalam konferensi pers di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (28/2/2025). ANTARA
Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar (tengah) dalam konferensi pers di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (28/2/2025). ANTARA
FOKUS

Mozaik Ramadan 2025

Kecil Besar

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Umat Muslim di Indonesia berpotensi memulai ibadah puasa Ramadan 1446 Hijriah secara serentak. Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, dalam konferensi pers di Jakarta pada Jumat (28/2/2025), menyampaikan bahwa berdasarkan pantauan hilal, kemungkinan besar awal Ramadan akan jatuh pada tanggal yang sama di seluruh Indonesia.

“Kemungkinan besarnya (awal Ramadan) itu bisa sama,” ujar Menag Nasaruddin.

Advertisement

Menurutnya, posisi hilal saat ini berada pada ketinggian antara 2,5 hingga 4 derajat. Hal ini sejalan dengan metode hisab yang digunakan oleh Muhammadiyah, yang sebelumnya telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1446 H jatuh pada 1 Maret 2025.

Potensi Idul Fitri Serentak

Tak hanya awal Ramadan, Menag juga mengungkapkan bahwa Idul Fitri tahun ini berpotensi dirayakan serentak. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan perhitungan, ketinggian hilal pada waktu yang diperkirakan masih berada di titik nol atau bahkan minus derajat.

“Insyaallah Idul Fitrinya juga diharapkan sama juga,” kata Menag.

Jika hal ini terjadi, maka ini akan menjadi momen langka di Indonesia, di mana perbedaan metode penetapan kalender Islam sering kali menyebabkan perbedaan dalam awal puasa dan perayaan hari raya.

Momentum Persatuan Umat

Menag Nasaruddin menilai bahwa potensi keseragaman awal Ramadan ini adalah sebuah pertanda baik bagi persatuan umat Islam di Indonesia. Ia berharap kondisi ini dapat mempererat hubungan antar organisasi Islam dan menjadikan ibadah Ramadan lebih khusyuk dan damai.

“Dengan demikian, teman-teman dari Muhammadiyah dan NU bisa sepakat di situ. Nah, ini sebuah awal yang baik, mudah-mudahan insyaallah Ramadan kita ini lancar,” ucapnya.

Keseragaman dalam menentukan awal bulan suci ini juga diyakini dapat memperkuat persatuan dan harmoni dalam kehidupan beragama di Indonesia, yang selama ini dikenal sebagai negara dengan tingkat pluralitas tinggi tetapi tetap rukun dalam keberagaman.

“Insyaallah inilah negara yang paling plural di dunia ini, tapi juga yang paling homogen, yang paling rukun di dunia ini. Jadi ini negara penuh berkah,” tambahnya.

Menanti Sidang Isbat

Meskipun ada potensi besar bahwa awal Ramadan akan jatuh serentak, keputusan resmi akan tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama RI. Sidang ini akan mempertimbangkan berbagai metode, baik hisab maupun rukyatul hilal, sebelum menetapkan awal puasa secara resmi.

Umat Muslim di seluruh Indonesia pun menanti dengan antusias hasil keputusan ini. Jika benar terjadi keseragaman, maka Ramadan tahun ini bisa menjadi momen spesial di mana seluruh umat Islam di Tanah Air memulai dan mengakhiri bulan suci dalam kekompakan.

Dengan harapan Ramadan 1446 H berjalan lancar dan penuh berkah, umat Muslim di Indonesia kini bersiap menyambut bulan penuh ampunan dengan lebih harmonis dan damai.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES