Advertisement
Pemerintahan

Cornelis di Raker Panja Banggar DPR RI: APBN Harus Prioritaskan Kebutuhan Dasar Rakyat

Anggota Panitia Kerja (Panja) Badan Anggaran DPR RI, Cornelis, menegaskan agar pemerintah menempatkan kebutuhan fundamental rakyat sebagai prioritas utama dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN Tahun Anggaran 2026. Hal itu ia sampaikan

TIMES Indonesia,
Cornelis di Raker Panja Banggar DPR RI: APBN Harus Prioritaskan Kebutuhan Dasar Rakyat
Cornelis bersama Sri Mulyani, Mentri Keuangan usai Raker Panjang Banggar DPR RI.
A-AA+

Jakarta Anggota Panitia Kerja (Panja) Badan Anggaran DPR RI, Cornelis, menegaskan agar pemerintah menempatkan kebutuhan fundamental rakyat sebagai prioritas utama dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN Tahun Anggaran 2026. Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Kerja Penyampaian Pokok-pokok RUU APBN 2026 di Gedung DPR RI, Kamis (21/8/2025).

Cornelis menyoroti kondisi geopolitik dan ekonomi global yang masih tidak menentu. Menurutnya, di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah harus memastikan sektor pendidikan, kesehatan, ketercukupan pangan, serta kebutuhan dasar energi seperti listrik dan gas 3 kilogram tidak terabaikan.

Advertisement

“Meskipun APBN sedang sulit, kebutuhan fundamental rakyat tetap harus menjadi prioritas. Pemerintah harus bijak dalam memastikan anggaran menyentuh langsung kepentingan dasar masyarakat,” tegas Cornelis.

Selain itu, ia mengingatkan pemerintah agar melakukan penghematan secara rasional dan objektif. Cornelis menilai target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen ke depan harus realistis, bukan sekadar ilusi.

Ia juga menyoroti kecenderungan pemerintah yang hanya berpatokan pada data pertumbuhan ekonomi dari Badan Pusat Statistik (BPS). 

Sri-Mulyani-b.jpg

Menurutnya, data makro tidak selalu sejalan dengan realitas sosial-ekonomi masyarakat di lapangan.

Advertisement

“Pertumbuhan ekonomi jangan hanya dilihat dari angka BPS. Harus ada keberanian melihat kondisi nyata kehidupan rakyat, termasuk di desa dan wilayah terpencil,” ujarnya.

Cornelis pun menekankan agar program-program prioritas pemerintah, termasuk Asta Cita terutama Membangun dari Desa dan Kampung (MBG), tidak hanya berhenti di tataran kota besar. 

Ia menegaskan bahwa manfaat pembangunan harus menjangkau kampung-kampung dan daerah terpencil.

Di sisi lain, Cornelis mendorong penambahan dana transfer ke daerah sebagai salah satu langkah memperkuat pemerataan pembangunan. Dengan begitu, kebutuhan masyarakat akar rumput bisa lebih terjamin.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Hainor Rohman
PenulisHainor RohmanMagister Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2023. Sebagai Editor Kopi TIMES dan meliput berbagai topik, termasuk Pendidikan, Politik, Ekonomi, Kesehatan, Kebudayaan, dan Isu Nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia