Advertisement
Pemerintahan

Menko AHY Pastikan Perbaikan Infrastruktur Bencana Sumatera

Menko AHY memastikan perbaikan cepat infrastruktur rusak akibat bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh demi kelancaran distribusi logistik.

TIMES Indonesia,
Menko AHY Pastikan Perbaikan Infrastruktur Bencana Sumatera
Menko AHY memberikan keterangan persnya usai Balairung Dialogue 2025 tentang langkah-langkah Kemenko IPK dalam penanganan bencana di Sumatra. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)
A-AA+

JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memastikan pemerintah akan bergerak cepat membenahi berbagai infrastruktur yang rusak akibat bencana alam di wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

“Terutama jalan-jalan transportasi darat dan logistik yang terputus itu segera harus kita hubungkan kembali,” ucap Menko AHY kepada awak media usai acara Balairung Dialogue 2025 di Jakarta, Selasa (9/12/2025). 

Advertisement

Menko AHY menegaskan jalur darat tersebut penting untuk distribusi logistik agar korban bencana alam secepatnya dapat suplai kebutuhan termasuk makanan. “Karena kalau tidak, masyarakat bisa kelaparan, karena benar-benar tidak lagi ada supply yang mencukupi,” tegasnya. 

Menko AHY juga mengungkapkan akan mengirimkan alat-alat berat untuk melakukan perbaikan sekaligus menghubungkan jalur-jalur yang putus secara temporer terlebih dahulu 

“Tetapi selebihnya kita juga akan membangun lebih baik lagi, harus lebih tahan lagi terhadap bencana dan ini membutuhkan waktu yang lebih panjang tentunya serta kerjasama yang baik antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota,” ungkapnya. 

Meskipun telah mendatangi dan meninjau langsung wilayah bencana beberapa hari lalu, Menko AHY akan kembali datang ke wilayah bencana dan kali ini, ia akan pergi ke Kabupaten Aceh Tamiang. 

“Saya siang hari ini akan kembali ke Sumatra Utara, kemudian ke Aceh, khususnya Aceh Tamiang, yang juga merupakan salah satu daerah yang paling buruk terdampak bencana,” ucapnya. 

Advertisement

Kehadirannya dilokasi bencana tentu untuk melihat langsung sekaligus memastikan pekerjaan dilapangan dapat berjalan dengan taktis dan efektif. 

Terkait anggaran yang dibutuhkan dalam penanganan bencana ini, Menko AHY menjelaskan bahwa kebutuhan awal yang sudah dikomunikasikan dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) sekitar Rp50 juta. “Kalkulasi awal ya. Ini tentu tidak bisa saya katakan definitif karena masih terus berkembang,” jelasnya. 

Menurutnya ada pekerjaan besar lainnya yang harus dipersiapkan yaitu percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana dan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pihaknya diminta untuk menghitung dan mempersiapkannya dengan baik. 

“Tidak boleh ada hal-hal yang tidak kita lakukan secara cepat, tapi juga tidak boleh grasak-grusuk karena membangun kembali bukan berarti yang penting cepat. Cepat boleh tetapi juga harus kualitasnya bagus. Karena jangan sampai kemudian juga tetap rentan terhadap bencana di kemudian hari,” tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia