Advertisement
Pemerintahan

10 Tol Fungsional Disiapkan Saat Mudik Lebaran 2026

Kementerian PU siapkan 10 ruas tol fungsional sepanjang 290 km untuk mudik Lebaran 2026. Diproyeksi 144 juta orang bepergian.

TIMES Indonesia,
10 Tol Fungsional Disiapkan Saat Mudik Lebaran 2026
Ilustrasi - Jalan Tol (Foto: TIMES Indonesia)
A-AA+

JAKARTA Pergerakan 144 juta orang saat mudik Lebaran 2026 diproyeksikan menjadi salah satu mobilitas terbesar dalam satu musim perjalanan nasional. Mengantisipasi lonjakan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan tambahan 10 ruas tol fungsional sepanjang 290,855 kilometer.

Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menyatakan, ruas tol tersebut akan difungsikan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Advertisement

“Kami menyiapkan tambahan 10 ruas tol fungsional sepanjang 290,855 km,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas kapasitas jaringan jalan tol di tengah prediksi kenaikan jumlah pemudik dibanding tahun sebelumnya.

Daftar Ruas Tol Fungsional Lebaran 2026

Sepuluh ruas tol fungsional yang disiapkan tersebar di sejumlah koridor strategis, yakni Ruas Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1; Ruas Tol Palembang–Betung Seksi 1–4; Ruas Tol Probolinggo–Banyuwangi Seksi 1–3; Ruas Tol Solo–Yogyakarta Seksi Prambanan–Purwomartani; dan Ruas Tol Yogyakarta–Bawen Seksi Ambarawa–Bawen

Secara spasial, tambahan ini memperkuat konektivitas di Sumatera dan Jawa, dua pulau dengan volume pergerakan mudik terbesar. Tol Solo–Yogyakarta dan Yogyakarta–Bawen, misalnya, berperan sebagai simpul pengurai kepadatan di wilayah Jawa Tengah dan DIY yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan saat puncak arus mudik.

Infrastruktur Tol: 3.115 Km dan 136 Rest Area

Saat ini, terdapat 76 ruas jalan tol yang telah beroperasi dengan total panjang 3.115,98 kilometer. Infrastruktur tersebut didukung 136 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP/rest area), 189 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), serta 539 gerbang tol.

Advertisement

Data ini menunjukkan bahwa mudik Lebaran 2026 tidak hanya mengandalkan penambahan ruas baru, tetapi juga kesiapan fasilitas pendukung. Ketersediaan SPKLU, misalnya, menjadi indikator adaptasi terhadap tren kendaraan listrik yang kian meningkat.

Kementerian PU juga memastikan kesiapan jalan nasional sebagai jalur alternatif apabila terjadi kepadatan di tol.

Proyeksi 144 Juta Pemudik dan Rekayasa Lalu Lintas

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan memprediksi sekitar 144 juta orang akan melakukan perjalanan mudik pada Idul Fitri 1447 H. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebutkan operasional posko angkutan Lebaran berlangsung 13–29 Maret 2026 untuk mengoordinasikan seluruh moda transportasi.

Sejumlah langkah antisipasi disiapkan, antara lain pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas, kecuali pengangkut bahan pokok dan kebutuhan vital, sesuai Surat Keputusan Bersama lintas kementerian.

Selain itu, bersama Korps Lalu Lintas Polri, pemerintah akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow, sistem satu arah (one way), dan ganjil genap di ruas tol berpotensi padat.

Strategi Mengurai Kepadatan, Bukan Sekadar Tambah Jalan

Penambahan 10 tol fungsional untuk mudik Lebaran 2026 bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari manajemen mobilitas nasional. Dengan asumsi distribusi pemudik yang terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Sumatera, setiap tambahan kapasitas menjadi krusial untuk menekan waktu tempuh dan risiko kemacetan ekstrem.

Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada sinkronisasi kebijakan: kesiapan fisik jalan, manajemen lalu lintas, pembatasan kendaraan berat, hingga disiplin pengguna jalan.

Mudik Lebaran 2026 pada akhirnya menjadi ujian kolektif, bukan hanya bagi infrastruktur, tetapi juga koordinasi antarlembaga dan kesadaran publik dalam berkendara.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia