Advertisement
Pemerintahan

Jabar Raih Pemda Berprestasi 2026 Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting

Pemprov Jabar raih Pemda Berprestasi 2026 Terbaik II kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, bukti kinerja terpadu dari pemimpin daerah hingga kader posyandu.

TIMES Indonesia,
Jabar Raih Pemda Berprestasi 2026 Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Gubenur Jabar KDM saat menerima penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Terbaik II Tingkat Provinsi. (FOTO: Arief Pratama/TIMES Indonesia)
A-AA+

BANDUNG Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) meraih penghargaan sebagai Pemda Berprestasi 2026 Terbaik II Tingkat Provinsi dalam Kategori Penggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting. Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian kinerja dan komitmen pemerintah daerah dalam penanggulangan kemiskinan serta penurunan stunting secara terpadu.

Penilaian mencakup konvergensi program, capaian layanan, dan efektivitas intervensi tingkat desa. Selain itu, dinilai pula laju penurunan stunting dan kemiskinan sebagai hasil nyata.

Advertisement

Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri dan Metro TV tersebut diserahkan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Grand Ballroom Yogyakarta Marriott.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bukti nyata kinerja para bupati, wali kota, kepala desa dan kelurahan, ketua RT, RW dan kader posyandu se-Jawa Barat dalam menurunkan tingkat kemiskinan dan stunting. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Jabar atas kerja kerasnya.

Menurut KDM, masyarakat perlu terus saling bahu-membahu berupaya menurunkan tingkat kemiskinan. Salah satu yang dapat dilakukan yaitu berbelanja kebutuhan sehari-hari di pedagang kecil.

"Warga menengah ke atas belanjanya harus di lingkungan masyarakat sekitar, seperti di warung dan pedagang keliling agar tingkat kemiskinannya terus berkurang," ucap KDM,.Senin (8/6/2026).

Ia juga berpesan kepada masyarakat Jawa Barat agar tetap saling menjaga dan memberi perhatian, khususnya kepada anak-anak yang kekurangan gizi. Apabila melihat anak-anak kekurangan gizi, maka segeralah memberikan makanan bergizi.(*)
 

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Arief Pratama
PenulisArief PratamaBergabung dengan TIMES Indonesia sejak Februari 2026 dan bertugas di Bandung dan sekitarnya. Meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia