Mengenal Blue-Green Infrastructure, Solusi Berbasis Alam untuk Masa Depan Berkelanjutan Kota Surabaya
Pemkot Surabaya menggandeng FTSP UK Petra untuk menyusun peta jalan Blue-Green Infrastructure (BGI). Konsep berbasis alam ini disiapkan untuk mengatasi banjir dan suhu ekstrem.
Surabaya – Guna mengurangi dampak ancaman banjir dan suhu ekstrem akibat perubahan iklim, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Kristen (UK) Petra mengenalkan konsep Blue-Green Infrastructure (BGI).
Langkah awal pengenalan konsep ini dilakukan melalui lokakarya (workshop) bersama yang difokuskan untuk mulai menyusun peta jalan (road map) implementasi BGI di Kota Pahlawan.
“Surabaya saat ini menghadapi tantangan serius berupa rendahnya lahan terbuka kota, sehingga membuat rentan terhadap bencana seperti banjir dan suhu ekstrem akibat perubahan iklim," ungkap Dekan FTSP UK Petra, Rully Damayanti, Kamis (18/6/2026).
"Workshop ini memperkenalkan konsep Blue-Green Infrastructure (BGI) yang relatif masih baru di Surabaya, sekaligus memulai penyusunan peta jalan BGI untuk Kota Surabaya,” imbuhnya.
Solusi Berbasis Alam untuk Keberlanjutan Kota
BGI merupakan pendekatan pembangunan kota yang mengintegrasikan pengelolaan air (blue) dan ruang hijau (green) sebagai solusi berbasis alam (nature-based solutions). Konsep ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan, ketahanan terhadap perubahan iklim, serta keberlanjutan perkotaan.
Dalam penerapannya, konsep BGI dapat diwujudkan melalui berbagai alternatif di lapangan. Di antaranya seperti pembuatan taman air, atap hijau (green roof), sengkedan, serta sistem drainase berkelanjutan (sustainable drainage systems/SuDS).
Rully menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen UK Petra untuk berkontribusi langsung dalam pengembangan Kota Surabaya di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.
“Melalui kolaborasi dengan Pemkot Surabaya, kami harap penyusunan peta jalan ini dapat menjadi langkah awal yang penting untuk mengembangkan Surabaya sebagai kota yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan ramah lingkungan,” lanjutnya.
Kebun Raya Mangrove Jadi Lokasi Percontohan
Pemilihan Kebun Raya Mangrove Surabaya sebagai lokasi workshop ini memiliki alasan strategis. Kawasan konservasi tersebut dinilai memiliki karakteristik yang tepat untuk diintegrasikan dengan infrastruktur hijau-biru kota.
“Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar sebagai salah satu lokasi percontohan penerapan konsep BGI di Surabaya. Sejumlah kota besar di Indonesia telah mulai mengadopsi pendekatan serupa dalam perencanaan dan pengembangan wilayahnya,” urai Rully.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani. Kehadiran lintas sektor ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, serta masyarakat dalam merancang masa depan tata ruang Surabaya yang lebih berkelanjutan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


