Advertisement
Pemerintahan

Menggandeng Noora Health, Banyuwangi Siapkan Layanan Dokter Online 24 Jam Nonstop Gratis

Pemkab Banyuwangi baru saja bikin gebrakan keren di sektor kesehatan. Lewat kolaborasi bareng organisasi kesehatan global Noora Health, wilayah di ujung timur Pulau Jawa.

TIMES Indonesia,
Menggandeng Noora Health, Banyuwangi Siapkan Layanan Dokter Online 24 Jam Nonstop Gratis
Pertemuan Pemkab Banyuwangi dan Noora Health. (FOTO : Pemkab Banyuwangi For TIMES Indonesia)
A-AA+

BANYUWANGI Pernah gak sih bingung mau tanya ke siapa waktu badan tiba-tiba drop atau anak demam di tengah malam? Nah, kabar baik buat warga Banyuwangi, sebentar lagi keluhan-keluhan cemas seperti itu bakal ada solusinya.

Pemkab Banyuwangi baru saja bikin gebrakan keren di sektor kesehatan. Lewat kolaborasi bareng organisasi kesehatan global Noora Health, wilayah di ujung timur Pulau Jawa ini lagi menyiapkan layanan konsultasi dengan tenaga medis alias dokter secara online yang siap siaga 24 jam nonstop. Asyiknya lagi, layanan ini bisa diakses 100 persen gratis!

Advertisement

Bagi yang belum tahu, Noora Health adalah organisasi non-pemerintah (NGO) internasional yang fokus memperkuat sistem kesehatan masyarakat. Mereka dikenal lewat program pelatihan keterampilan medis praktis yang terbukti memberikan dampak besar bagi kesembuhan pasien.

Inovasi keren ini, nantinya bakal dikemas dalam satu platform digital khusus bernama Oasis Wangi, singkatan dari Online Akses Solusi Indonesia Sehat dari Banyuwangi. Lewat platform inilah seluruh layanan dokter online tersebut bisa diakses dengan mudah oleh warga.

Hal itu disampaikan Executive Director of Product and Tech Noora Health Global, Anubhav Arora saat memaparkan progres platform ini kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, di Pendopo Sabha Swagata, kemarin Jumat (20/6/2026).

Anubhav menjelaskan bahwa, lewat platform ini, warga bisa berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan dari puskesmas mengenai berbagai masalah kesehatan. Mulai dari urusan kesehatan ibu dan anak, hingga penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan jantung.

“Platform telekonsultasi tersebut akan berbasis WhatsApp dan konsultasinya tidak dipungut biaya,” jelasnya.

Advertisement

“Pertanyaan warga seputar kesehatan yang dikirim melalui Whatsapp akan langsung direspon oleh nakes. Sehingga warga tidak perlu mengunduh aplikasi baru,” imbuhnya.

Setiap pertanyaan dari warga, masih kata Anubhav, para tenaga medis akan merespon dengan mengeluarkan medis seperti tindakan preventif dan perawatan mandiri hingga rujukan ke fasilitas kesehatan jika diperlukan.

“Dengan konsultasi semacam ini, para tenaga medis juga akan menyarankan apakah mereka cukup melakukan perawatan mandiri di rumah, atau malah harus segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut,” terangnya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memberikan apresiasi tinggi untuk inovasi ini. Menurutnya, layanan ini bakal mendongkrak kualitas kesehatan warga Banyuwangi secara signifikan. Dengan adanya wadah konsultasi sejak dini, warga tidak perlu lagi menunda-nunda untuk tanya dokter, sehingga penanganan medisnya gak sampai terlambat.

Ipuk berharap warga bisa memanfaatkan layanan telekonsultasi ini sejak dini, bahkan sebelum jatuh sakit. Misalnya, ibu hamil bisa berkonsultasi seputar kehamilannya, atau warga bisa menanyakan penanganan yang tepat ketika ada anggota keluarga yang mengidap penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes, hingga penyakit jantung.

“Langkah ini bisa menekan risiko penyakit sejak dini sehingga harapan kami akan membuat warga Banyuwangi semakin sehat dan usia harapan hidup bertambah. Apabila ada kegawatdaruratan juga bisa segera tertangani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi, Amir Hidayat, menambahkan bahwa pihaknya bersama Noora Health saat ini terus bergerak cepat mematangkan persiapan. Langkah ini dilakukan agar layanan telekonsultasi tersebut bisa segera dinikmati masyarakat dengan lancar tanpa kendala teknis.

“Para tenaga medis mengikuti workshop terlebih dahulu untuk bisa menjalankan sistem ini agar bisa memberikan layanan dan respon yang baik ke warga,” tutur Amir, Senin (22/6/2026).

Sebagai langkah awal, Amir menjelaskan bahwa, layanan ini bakal mulai diujicobakan pada akhir Juni 2026 nanti. Untuk tahap pertama, ada tiga puskesmas yang jadi pilot project, yaitu Puskesmas Bajulmati di Kecamatan Wongsorejo, Puskesmas Mojopanggung di Kecamatan Banyuwangi Kota, dan Puskesmas Kabat.

“Target kami akhir tahun atau awal tahun 2027 sudah bisa menjangkau seluruh warga,” ujarnya.

Asal tahu saja, Kiprah Noora Health di Banyuwangi sebelumnya telah melaksanakan Program Pendamping Perawatan (Care Companion Program/CCP) di Banyuwangi sejak 2025. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syamsul Arifin
PenulisSyamsul ArifinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2016. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia