Stok Beras Nasional Tembus 5,17 Juta Ton, Distribusi CBP Capai 1 Juta Ton
Bapanas mencatat penyaluran cadangan beras pemerintah mencapai 1,02 juta ton hingga Juni 2026. Stok beras nasional di Bulog kini mencapai 5,17 juta ton.
JAKARTA – Ketahanan pangan Indonesia memasuki paruh pertama 2026 dengan fondasi yang relatif kuat. Di tengah berbagai tantangan pasokan pangan global, pemerintah mencatat stok cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 5,17 juta ton, sementara distribusi beras untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan telah menembus 1 juta ton.
Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan realisasi penyaluran CBP hingga 23 Juni 2026 telah mencapai 1,02 juta ton. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga beras sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan distribusi beras pemerintah terus berjalan sesuai kebutuhan berbagai program prioritas.
"Per 23 Juni dalam catatan Bapanas, realisasi penyaluran CBP ke masyarakat untuk anggaran 2026 telah menyentuh total 1,02 juta ton," ujar Amran dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Bantuan Pangan Jadi Penyaluran Terbesar
Dari total penyaluran tersebut, bantuan pangan beras menjadi program dengan distribusi terbesar, mencapai 601,7 ribu ton.
Sementara program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras telah terealisasi sebanyak 367,8 ribu ton. Adapun penyaluran untuk golongan anggaran aparatur sipil negara (ASN) di wilayah tertentu mencapai 38 ribu ton dan bantuan tanggap darurat sebesar 11,3 ribu ton.
Besarnya volume distribusi menunjukkan peran cadangan beras pemerintah yang semakin strategis dalam menjaga keseimbangan pasar.
Stok Beras Bulog Cetak Rekor Kuat
Di sisi pasokan, stok beras yang dikelola Perum Bulog hingga 23 Juni 2026 mencapai 5,17 juta ton.
Jumlah tersebut ditopang oleh pengadaan beras produksi dalam negeri sepanjang 2026 yang telah mencapai 3,23 juta ton.
Selain itu, Bulog juga masih memiliki stok akhir tahun 2025 sebanyak 3,24 juta ton yang berasal sepenuhnya dari serapan produksi dalam negeri tanpa tambahan impor.
Data ini menunjukkan kapasitas produksi nasional masih menjadi tulang punggung ketahanan pangan Indonesia.
Harga Beras Masih di Bawah HET
Meski harga beras mengalami kenaikan dalam satu bulan terakhir, Bapanas menilai kondisi pasar masih terkendali karena rata-rata harga beras medium secara nasional masih berada dalam koridor Harga Eceran Tertinggi (HET).
Di Zona I yang meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi, rata-rata harga beras medium tercatat Rp13.080 per kilogram, masih di bawah HET sebesar Rp13.500 per kilogram.
Sulawesi Selatan menjadi wilayah dengan harga rata-rata terendah sebesar Rp12.665 per kilogram, sementara Sulawesi Tengah mencatat harga tertinggi di zona tersebut dengan Rp13.847 per kilogram.
Untuk Zona II yang mencakup sebagian besar Sumatera, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan, rata-rata harga berada di Rp13.704 per kilogram, masih di bawah HET Rp14.000 per kilogram.
Jambi menjadi daerah dengan harga rata-rata terendah sebesar Rp12.595 per kilogram, sedangkan Kalimantan Timur mencatat harga tertinggi mencapai Rp14.586 per kilogram.
Sementara itu, di Zona III yang meliputi Maluku dan Papua, harga rata-rata beras medium mencapai Rp15.244 per kilogram atau masih berada di bawah HET Rp15.500 per kilogram.
Maluku menjadi daerah dengan harga terendah sebesar Rp14.700 per kilogram. Adapun harga tertinggi tercatat di Papua Pegunungan yang mencapai Rp20.000 per kilogram, menunjukkan masih adanya tantangan distribusi pangan di wilayah terpencil.
Penyangga Stabilitas Pangan Nasional
Besarnya stok beras nasional dan masifnya distribusi CBP menjadi instrumen utama pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan sepanjang 2026.
Dengan cadangan yang masih berada di atas 5 juta ton, pemerintah memiliki ruang intervensi yang cukup kuat untuk meredam gejolak harga sekaligus memastikan kebutuhan beras masyarakat tetap terpenuhi hingga akhir tahun.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


