Kota Mojokerto Jadi Jujukan Laboratorium Pelatihan Kepemimpinan LAN RI
Kota Mojokerto terpilih menjadi lokus kunjungan lapangan PKN Tingkat I Angkatan LXVI LAN RI berkat capaian pertumbuhan ekonomi triwulan I/2026 yang tembus 6,05 persen.
MOJOKERTO –
Hasil Suntingan Naskah
Judul:
Pertumbuhan Ekonomi Lampaui Nasional, Kota Mojokerto Jadi Lokus PKN Tingkat I LAN RI
MOJOKERTO – Meski wilayahnya terbilang mungil dan minim kekayaan alam, Kota Mojokerto terpilih menjadi lokus bagi peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI. Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk pendalaman policy brief, menyusul keberhasilan Kota Mojokerto menyulap keterbatasan menjadi segudang prestasi melalui berbagai kebijakan strategis.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Oleh karena itu, afirmasi terhadap sektor ini terus diperkuat agar mampu bertahan, tumbuh, dan naik kelas di tengah tantangan global. Pemkot Mojokerto secara konsisten melaksanakan program penguatan melalui pelatihan upscaling, packaging, branding, digital marketing, coaching clinic, fasilitasi promosi di event regional maupun nasional, hingga sertifikasi produk.
“Khusus untuk sektor makanan dan minuman, dari total 4.649 UMKM, sebanyak 3.430 usaha atau 73,8 persen telah memiliki sertifikat halal. Sedangkan 1.219 usaha lainnya terus kami fasilitasi melalui skema self-declare bekerja sama dengan BPJPH,” terang wali kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Kamis (25/6/2026).
Keberhasilan penguatan ekonomi kerakyatan tersebut turut tercermin dari tren positif pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi kota ini mencapai 5,34 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 5,32 persen. Bahkan, pada triwulan I/2026, pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto mampu mencapai 6,05 persen, berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional maupun Provinsi Jawa Timur.
Capaian ini menunjukkan bahwa strategi penguatan UMKM, koperasi, industri kecil dan menengah (IKM), serta pengembangan ekonomi kreatif yang dilaksanakan secara kolaboratif memberikan dampak nyata terhadap kinerja perekonomian daerah.
“Tentu capaian ini tidak menjadikan kami berpuas diri. Justru hal tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Mojokerto untuk terus memperkuat fondasi ekonomi daerah agar semakin adaptif, inklusif, dan berdaya tahan dalam menghadapi berbagai tantangan dan disrupsi global,” tegas Ning Ita.
Sementara itu, Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI Tri Widodo Wahyu Utomo menerangkan bahwa PKN bertujuan membentuk karakter dan kapasitas seorang pemimpin. Dalam hal ini, Kota Mojokerto dinilai layak menjadi laboratorium kepemimpinan.
“Artinya, bagaimana kebijakan yang disusun oleh para pemimpinnya itu bisa diimplementasikan dan menghasilkan dampak bagi kemajuan daerah maupun kesejahteraan masyarakatnya,” terangnya.
Lebih lanjut, Tri Widodo mengungkapkan bahwa kemajuan sosial dan ekonomi Kota Mojokerto yang bergerak luar biasa menjadikannya sebagai salah satu simpul pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur, bahkan Indonesia. Hal inilah yang mendasari pemilihan kota ini sebagai best practice bagi para peserta.
“Kami ingin menggali best practices yang ada di sini untuk kemudian kita analisis dan kembangkan menjadi sebuah rekomendasi kebijakan yang nanti akan kita sampaikan kepada stakeholder kebijakan di tingkat pusat terutama,” pungkasnya.
Terpisah, Wali Peserta PKN Tingkat I Angkatan LXVI TA 2026 LAN RI Hendriyanto Hadi Tjahyono menjelaskan bahwa rekomendasi kebijakan untuk angkatan ini spesifik menyasar tiga hal, yaitu penguatan UMKM, tata kelola Koperasi Desa Merah Putih, dan hilirisasi industri kecil menengah.
“Untuk penyusunan policy brief terkait dengan tiga aspek tadi itu, kami melihat bahwa di Mojokerto ini banyak contohnya. Best practice itulah makanya kita datang ke Mojokerto,” jelas Widyaiswara Ahli Utama pada LAN RI tersebut.
Sebagai informasi, dalam rangkaian PKN Tingkat I Angkatan LXVI ini, para peserta dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke beberapa lokus strategis, yakni Sentra IKM Maja Barama Wastra dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gunung Gedangan. Kota Mojokerto sendiri bukan kali pertama menjadi tujuan studi lapangan serupa; pada tahun 2024 lalu, kota ini juga telah menjadi lokus bagi Studi Lapangan Peserta PKA Angkatan III. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


