Prabowo Bangga Naik Maung, Sebut Mobil Nasional Awal Kemandirian Industri
Presiden Prabowo Subianto menyebut kendaraan Maung sebagai simbol kebangkitan industri otomotif nasional dan langkah menuju kemandirian teknologi Indonesia.
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menilai lahirnya kendaraan taktis Maung menjadi tonggak penting dalam perjalanan Indonesia membangun industri otomotif nasional. Meski belum sepenuhnya menggunakan komponen lokal, kendaraan buatan dalam negeri itu dinilai sebagai bukti bahwa Indonesia mulai bergerak menuju kemandirian teknologi dan manufaktur.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Di hadapan kalangan akademisi, ilmuwan, dan pelaku industri, Prabowo mengaku memiliki kebanggaan tersendiri ketika menggunakan Maung sebagai kendaraan kepresidenan usai pelantikannya.
"Saya ada satu kepuasan yang mendalam di hati saya. Waktu saya dilantik, saya pulang dari pelantikan, saya bisa naik mobil buatan Indonesia," ujar Prabowo.
Menurut Presiden, kemampuan Indonesia memproduksi kendaraan sendiri merupakan pencapaian yang patut diapresiasi, mengingat bangsa ini telah lebih dari delapan dekade merdeka.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada perguruan tinggi, peneliti, serta seluruh pihak yang turut mendorong pengembangan industri otomotif nasional.
"Saya terima kasih kampus. Saya terima kasih, kita mulai ke arah punya mobil sendiri," katanya.
TKDN Maung Capai 60–70 Persen
Prabowo mengungkapkan kendaraan Maung memang belum sepenuhnya menggunakan komponen produksi dalam negeri. Namun, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang telah mencapai sekitar 60 hingga 70 persen menunjukkan perkembangan positif.
Menurutnya, proses membangun industri nasional membutuhkan keberanian untuk memulai, sekalipun produk yang dihasilkan masih terus disempurnakan.
Presiden bahkan sempat berseloroh mengenai pengalaman awal menggunakan Maung.
"Waktu bulan-bulan pertama ya lumayan, kecuali kalau hujan keras. Kalau hujan keras sempat bocor juga itu," ujarnya yang disambut tawa para peserta.
Meski demikian, Prabowo menegaskan kekurangan tersebut tidak mengurangi komitmennya menggunakan produk dalam negeri sebagai bentuk dukungan terhadap industri nasional.
"Minimal kita mulai, kita harus berani mulai," tegasnya.
Kemajuan Bangsa Ditentukan SDM dan Kolaborasi
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menekankan bahwa kemajuan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia.
Ia menilai ilmuwan, guru besar, akademisi, dan peneliti memiliki posisi strategis dalam mendorong inovasi yang mampu meningkatkan daya saing bangsa.
Selain itu, Presiden menyoroti pentingnya kolaborasi antarelite bangsa sebagai salah satu faktor utama keberhasilan pembangunan.
Menurutnya, sejarah menunjukkan negara-negara yang mampu maju adalah negara yang para pemimpinnya dapat bekerja sama demi kepentingan nasional.
"Dari apa yang saya belajar dari sejarah ribuan tahun, bangsa-bangsa yang elitnya bisa bekerja sama, itulah bangsa yang bangkit," kata Prabowo.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa penguatan riset, inovasi teknologi, dan sinergi berbagai elemen bangsa merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara industri yang mandiri dan berdaya saing global.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


