Advertisement
Pemerintahan

Ekspansi Trans Jatim Disorot, Komisi E DPRD Jatim Minta Dishub Lindungi Sopir Angkot

Komisi E DPRD Jatim mengkritik ekspansi rute Bus Trans Jatim yang dinilai tanpa mitigasi sosial. Pemprov ditagih janji terkait regulasi angkot sebagai feeder.

TIMES Indonesia,
Ekspansi Trans Jatim Disorot, Komisi E DPRD Jatim Minta Dishub Lindungi Sopir Angkot
Anggota Komisi E DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas mendesak Pemprov segera menerbitkan regulasi angkot feeder demi melindungi ekonomi rakyat. (Foto: Zisti Shinta/TIMES Indonesia)
A-AA+

SURABAYA Ekspansi rute Bus Trans Jatim yang gencar dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menuai protes keras dari parlemen. Komisi E DPRD Jawa Timur menyoroti kebijakan tersebut karena dinilai berjalan tanpa mitigasi sosial yang jelas bagi para sopir angkutan kota (angkot) konvensional.

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas, menegaskan bahwa modernisasi transportasi massal tidak boleh mengorbankan ekonomi masyarakat kelas bawah. Ia menagih komitmen Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim yang sebelumnya berjanji menjadikan angkot sebagai feeder (pengumpan) Trans Jatim. Namun, hingga kini realisasinya masih nihil.

Advertisement

Ketidakjelasan status ini memicu kecemasan di kalangan sopir angkot, terlebih dengan adanya rencana penambahan koridor baru. Puguh mengingatkan Pemprov Jatim agar tidak memaksakan ambisi pembangunan fisik dengan mematikan mata pencaharian warga lokal yang sudah ada sebelumnya.

"Jangan sampai keberadaan Trans Jatim justru mematikan mata pencaharian orang. Jika sudah sepakat angkot jadi feeder, segera wujudkan dalam aturan riil, jangan hanya janji," tegas Puguh saat diwawancarai di Surabaya, Senin (6/7/2026).

Menurut legislator asal Malang Raya ini, kegaduhan di lapangan merupakan dampak nyata dari kegagalan komunikasi pemerintah. Ia menilai, niat baik menyediakan transportasi publik yang murah dan nyaman seharusnya tidak berubah menjadi konflik sosial yang menempatkan negara berseberangan dengan rakyat.

Puguh mendesak Dishub Jatim untuk segera menghilangkan ego sektoral dan kembali berdialog dengan paguyuban sopir angkot. Ia menekankan bahwa penyelesaian masalah ini harus dituangkan dalam regulasi konkret yang menjamin penghasilan sopir angkot, baik melalui skema feeder maupun integrasi transportasi sekolah.

"Apa susahnya duduk bareng mencari jalan keluar? Buat skema yang adil agar sopir angkot tidak merasa terancam, sehingga Trans Jatim bisa dirasakan manfaatnya oleh semua pihak tanpa harus ada yang dikorbankan," pungkasnya. (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Zisti Shinta Maharani
PenulisZisti Shinta MaharaniPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak November 2023. Fokus di bidang politik, pemerintahan, gaya hidup, seni budaya, teknologi serta isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia