Prabowo: Saatnya Mengukur Hasil, Bukan Sekadar Menjalankan Program
Presiden Prabowo mengevaluasi dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih, mengklaim 108 persoalan nasional telah diselesaikan dan menegaskan fokus pada pangan, investasi, serta kesejahteraan rakyat.
JAKARTA – Memasuki hampir dua tahun masa pemerintahan, Presiden Prabowo Subianto memilih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kabinet Merah Putih. Momentum ini dinilai penting bukan hanya untuk menilai capaian, tetapi juga mempercepat penyelesaian berbagai program strategis yang masih berjalan menjelang peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.
Hal itu disampaikan Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). Sidang dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para menteri Kabinet Merah Putih, utusan khusus presiden, hingga pimpinan lembaga negara.
Menurut Prabowo, ritme kerja pemerintahan yang sangat padat selama hampir dua tahun membuat banyak pencapaian belum sempat dievaluasi secara komprehensif.
"Menjelang dua tahun kita telah bekerja sangat keras, sangat padat. Dengan bekerja sangat keras dan padat, kita sendiri tidak terlalu menyadari berapa banyak yang telah kita capai dalam dua tahun pertama kita," ujar Prabowo.
Evaluasi di Tengah Tantangan Global
Presiden menilai evaluasi menjadi semakin penting karena pemerintah bekerja dalam situasi global yang penuh ketidakpastian. Gejolak ekonomi dunia, dinamika geopolitik, hingga tekanan terhadap rantai pasok menjadi tantangan yang harus dihadapi pemerintah secara bersamaan.
Meski demikian, Prabowo meminta seluruh jajaran kabinet tetap fokus menyelesaikan persoalan bangsa tanpa terpengaruh tekanan eksternal.
Ia juga menegaskan evaluasi yang dilakukan bukan untuk mencari kesalahan ataupun membandingkan kinerja dengan pemerintahan sebelumnya. Menurutnya, setiap periode kepemimpinan memiliki tantangan yang berbeda sehingga ukuran keberhasilannya juga harus dilihat berdasarkan konteks zamannya.
Kesejahteraan Rakyat Masih Menjadi Agenda Utama
Dalam arahannya, Prabowo mengakui masih banyak persoalan mendasar yang belum sepenuhnya terselesaikan. Rendahnya kesejahteraan guru, terbatasnya lapangan pekerjaan, kemiskinan ekstrem, hingga ketimpangan ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.
Ia menegaskan justru persoalan-persoalan tersebut menjadi alasan utama pemerintah memperoleh mandat dari rakyat.
Presiden juga mengungkapkan bahwa setelah menjalankan roda pemerintahan, tantangan yang dihadapi ternyata jauh lebih besar dibandingkan perkiraan awal. Salah satu yang menjadi perhatian adalah distorsi perekonomian akibat praktik perdagangan yang dinilai tidak sehat dan menimbulkan kebocoran ekonomi nasional.
Karena itu, pemerintah berkomitmen menutup berbagai celah kebocoran tersebut demi melindungi kepentingan nasional.
Klaim 108 Persoalan Telah Diselesaikan
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Prabowo mengklaim pemerintah telah mencatat sejumlah capaian signifikan.
Menurutnya, dalam lebih dari satu tahun pemerintahan, terdapat 108 persoalan nasional yang berhasil diselesaikan.
"Hitungan terakhir, ada 108 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih pemerintahan kita. Ini prestasi yang bukan kecil," kata Prabowo.
Namun, ia mengingatkan seluruh jajaran kabinet agar tidak terlena oleh capaian tersebut.
Prabowo menegaskan budaya pemerintahan harus tetap menjunjung sikap rendah hati.
"Kita tidak mau menepuk-nepuk dada, kita tidak boleh besar kepala dan tidak boleh sombong. Ojo dumeh," tegasnya.
Ketahanan Pangan Jadi Tolok Ukur Keberhasilan Pemerintahan
Dalam evaluasi tersebut, Presiden kembali menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas utama pembangunan nasional.
Menurutnya, kemampuan sebuah negara memenuhi kebutuhan pangan rakyat merupakan indikator paling mendasar bagi kekuatan suatu bangsa. Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga didukung ketersediaan air, lahan produktif, pupuk yang terjangkau, serta kebijakan yang mampu menjamin akses masyarakat terhadap pangan bergizi.
Selain sektor pangan, Prabowo juga menyoroti percepatan sejumlah program prioritas pemerintah, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), digitalisasi pendidikan melalui panel interaktif di sekolah, penguatan sektor energi, peningkatan investasi, pengembangan koperasi desa, hingga pembangunan perumahan rakyat.
Seluruh hasil evaluasi Sidang Kabinet Paripurna tersebut akan menjadi bagian dari laporan kinerja pemerintah yang dijadwalkan disampaikan kepada masyarakat menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


