Advertisement
Pendidikan

Festival Pendidikan Banyuwangi Dibuka Asmaul Husna dan Tari Capung

Insan pendidikan Banyuwangi juga memiliki festival sendiri, yakni Festival Pendidikan yang merupakan salah satu dari 72 rangkaian Festival Banyuwangi 2017.

TIMES Indonesia,
Festival Pendidikan Banyuwangi Dibuka Asmaul Husna dan Tari Capung
7 siswi SDI Sunan Kalijaga membaca Asmaul Husna dalam pembukaan Festival Pendidikan Banyuwangi. (foto: Ahmads/TIMES Indonesia)
A-AA+

JAKARTA Insan pendidikan Banyuwangi juga memiliki festival sendiri, yakni Festival Pendidikan yang merupakan salah satu dari 72 rangkaian Festival Banyuwangi 2017.

Festival Pendidikan yang digelar dengan berbagai aksi anak dan lomba ini melibatkan 5 ribu peserta dari pendidikan usia dini hingga SMA/SMK, bertempat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kamis (27/4/2017).

Advertisement

Kepada TIMES Indonesia, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Sulihtiyono mengatakan, dengan festival yang digelar, dia berharap semua tenaga dan lembaga pendidikan bisa meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di Banyuwangi.

“Setelah pelayanannya, kita meningkatkan kualitas pendidikannya sendiri. Kita juga buka acara hari ini, acara dengan Tari Capung Semebyar yang dilakukan 500 siswa-siswi TK se Kecamatan Wongsorejo,” kata Sulihtiyono.

Tari Capung Semebyar dilaksanakan siswa dengan panduan belasan ibu guru di depan barisan masing-masing. Gerakan didominasi rentangan tangan seperti sayap capung, lalu menghadap ke kanan, ke kiri dan berputar.

Ada pula aksi hafalan Asmaul Husna oleh 7 siswi Sekolah Dasar Islam (SDI) Sunan Kalijaga, Desa Andelan, Kecamatan Wongsorejo disertai modifikasi Tari Saman, untuk menggambarkan masing-masing dari 99 nama baik Allah SWT itu.

“Setiap pagi siswa-siswi kami membaca Asmaul Husna di halaman sekolah, lalu saling sapa dengan barisan di sebelahnya berhadapan. Mereka ngobrol dengan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, setelah itu Shalat Duha dan masuk kelas pukul 8 pagi,” kata Yulia Ainurrohmah, pembina pembacaan Asmaul Husna SDI Sunan Kalijaga.

Advertisement

Tahun lalu, tim mereka menang dalam lomba pembacaan Asmaul Husna tingkat kecamatan, yang kemudian mendapat banyak undangan untuk tampil di berbagai acara. SDI Sunan Kalijaga sendiri merupakan sekolah yang lahir pada tahun 2015 dan berlokasi di pesisir Sumber Kencono, Kecamatan Wongsorejo.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang masih berada di Jepang juga turut memberi sambutan melalui video call dalam Festival Pendidikan tersebut. Dikatakannya pendidikan juga memiliki peranan penting dalam promosi daerah ke dunia, karena kualitas tenaga kerja juga menjadi daya saing suatu daerah.

“Masa depan kita ditentukan kita sendiri, tenaga pendidik memiliki peran penting di sini. Kita mampu bersaing dengan terus belajar, kerja keras dan percaya diri. Di Jepang tidak semua orang bisa bahasa Inggris tapi mereka percaya diri dan bekerja keras hingga sangat maju seperti sekarang,” kata Anas yang masih berada di Terminal Bandara Tokyo Haneda (HND) atau Bandara Internasional Tokyo.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

A
PenulisAhmad Su'udi Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia