Sejarah dan Tantangan Meningkatkan Minat Baca
Hari ini, 17 Mei 2017 diperingati sebagai Hari Buku Nasional. Ada pesan moral dalam peringatan ini, yaitu menumbuh kembangkan minat baca masyarakat Indonesia.

JAKARTA – Hari ini, 17 Mei 2017 diperingati sebagai Hari Buku Nasional. Ada pesan moral dalam peringatan ini, yaitu menumbuh kembangkan minat baca masyarakat Indonesia.
Gagasan bermula dari Menteri Pendidikan era kabinet Gotong Royong, Abdul Malik Fajar sejak 2002. Dipilihnya 17 Mei, bertepatan dengan pendirian Perpustakaan Nasional RI oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan, Daoed Joesoef pada 17 Mei 1980.
Dunia pun memperingati Hari Buku, tepatnya setiap tanggal 23 April yang populer dengan sebutan World Book Day. Penggagasnya, organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menaungi urusan pendidikan, keilmuan dan kebudayaan atau UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization).
Menyoal minat membaca buku, di Indonesia tergolong masih rendah. Survei UNESCO tahun 2011, indeks minat baca di Indonesia sebesar 0,001. Artinya, setiap 1.000 orang Indonesia, hanya satu orang yang memiliki minat membaca.
Bagaimana dengan tingkat literasi di Indonesia? catatan dari Most Literate Nations in the World, tahun 2016 Indonesia di urutan 60 dari 61 negara pada pemeringkatan literasi internasional. Sementara World Education Forum merilis, Indonesia menempati posisi 69 dari 76 negara.
Masih soal literasi, data PISA (Programme for International Student Assessment), sebuah metode untuk menilai kemampuan literasi siswa menunjukkan hasil tes siswa Indonesia yang cenderung menurun.
Hasilnya, tingkat membaca siswa Indonesia menempati urutan ke-39 dari 41 negara (2002), posisi ke-39 dari 40 negara (2003), ke-48 dari 65 negara (2006), ke-57 dari 65 negara (2009), ke-64 dari 65 negara (2012) dan ke-69 dari 76 negara (2015).
Pemerintah, civil society dan komunitas pecinta buku sebenarnya tidak tinggal diam untuk menghadapi tantangan ini. Ada upaya agar minat baca semakin tumbuh dan meningkat, mulai gerakan membaca, taman baca dan perpustakaan keliling adalah sebagin kecil contohnya.
Dalam era globalisasi yang beriringan dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, tanggung jawab untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dengan membaca buku ada di pundak setiap orang agar cita-cita para pendiri republik tetap terjaga. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


