Advertisement
Pendidikan

Bermodal Nekad, Mahasiswa Ma Chung Ikuti Summer Camp di Negeri Ginseng

Kesempatan mengikuti Summer Camp di Korea Selatan, tak disia-siakan Arya Aditya dari Universitas Ma Chung Malang. Selama dua minggu, 23 Juli - 10 Agustus 2018, mahasiswa program studi

TIMES Indonesia,
Bermodal Nekad, Mahasiswa Ma Chung Ikuti Summer Camp di Negeri Ginseng
Mahasiswa Universitas Ma Chung Malang, Arya Aditya (paling kanan) bersama mahasiswa lain dari yang mengikuti kegiatan Summer Camp di Korea Selatan. (FOTO: Universitas Ma Chung Malang for TIMES Indonesia)
A-AA+

KOREA SELATAN Kesempatan mengikuti Summer Camp di Korea Selatan, tak disia-siakan Arya Aditya dari Universitas Ma Chung Malang. Selama dua minggu, 23 Juli - 10 Agustus 2018, mahasiswa program studi manajemen ini mengikuti berbagai kegiatan di negeri Ginseng, bersama mahasiswa dari berbagai negara.

Menurut Arya, kesempatan mengikuti Summer Camp harus diambil, karena membantu cara berpikir semakin terbuka.

Advertisement

"Dari pengalaman ini (mengkuti Summer Camp) kita menyadari bahwa kita merupakan bagian dari masyarakat internasional," kata dia.

Dia menuturkan, selama berkegiatan Summer Camp di Inha University, Incheon, Korea Selatan., dirinya bertemu dengan berbagai orang dari seluruh dunia. Tidak hanya bertukar ilmu, Arya berkesempatan untuk memperluas jaringan (networking).

Arya belajar mengenai perekonomian Korea Selatan yang sangat maju. “Saya tahu bagaimana Korea Selatan bisa meningkatkan perkonomiannya,” ucapnya. 

Dia juga mempelajari perkembangan Korean Cinema, mulai film klasik hingga blockbuster Korea. Menurutnya, hal ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka yang mengemari dunai travelling, fotografi, videografi, dan sejenisnya.

Arya cukup aktif berorganisasi. Dia menjabat ketua Rotaract, kegiatan mahasiswa bergengsi tingkat dunia. Mengikuti Summer Camp menjadi bagian dari capaian dan hasil kerja kerasnya.

Advertisement

Tak ingin berhenti. Mahasiswa semester 7 konsentrasi Keuangan ini, akan melanjutkan perjalanan pendidikannya dengan mengikuti program pertukaran mahasiswa (student exchange) selama satu semester di Hunan, Tiongkok. 

Dia akan berangkat bermodal semangat, ketekunan, dan ketertarikan akan mata kuliah yang diajarkan selama student exchange. “Tertarik mata kuliahnya, berkaitan dengan inovasi dalam bidang marketing dan financial," ucapnya.

Arya berbagi tips agar bisa mengikuti program pertukaran mahasiswa. Untuk bisa mengikuti program ini, kata dia, harus jeli menangkap peluang.

“Di Ma Chung, banyak sekali kesempatan tetapi tidak semua mau memanfaatkannya,” kata Arya. 

“Terkadang banyak yang kurang percaya diri untuk studi keluar negeri karena alasan bahasa dan lain sebagainya; jujur awalnya saya juga demikian, tapi karena nekad maka saya maju trus,” sambungnya. 

Arya mengutip ucapan CEO Virgin Atlantic, Richard Branson sebagai motivasi, "If somebody offers you amazing opportunity but you are not sure you can do it, say yes, then learn how to do it." (Jika seseorang menawarkan sebuah kesempatan yang sangat baik tapi anda tidak yakin bahwa anda dapat melakukannya, katakan ya, lalu belajar untuk melakukannya).

Dia berharap, setelah selesai menempuh pendidikan di Hunan, ilmu yang didapatkannya bisa diterapkan untuk mengembangkan produk keripik buah naga bersama teman-temannya. 

Arya juga berharap bisa membuat bisnisnya sendiri dan berbagi ilmu kepada teman-teman lainnya. “Karena mungkin ada orang-orang terdekatku yang mungkin belum bisa mendapatkan kesempatan ini karena satu dan lain hal," pungkas mahasiswa Universitas Ma Chung Malang ini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ferry Agusta Satrio
PenulisFerry Agusta SatrioLulusan Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Bergabung dengan TIMES Indonesia pada 2015.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia