Fakultas Sain dan Teknologi UINSA Sabet Juara Eco Campus 2019
Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya kembali berhasil menjadi juara 3 Lomba Eco Campus Tahun 2019 se-Kota Surabaya, yang diselenggakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya dengan total nilai 27,8. Capaian yang sama juga pern

SURABAYA – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya kembali berhasil menjadi juara 3 Lomba Eco Campus Tahun 2019 se-Kota Surabaya, yang diselenggakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya dengan total nilai 27,8. Capaian yang sama juga pernah diperoleh pada 2017 lalu, dalam even serupa.

FST UINSA berhasil menduduki posisi ketiga setelah Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember sebagai juara pertama. Serta Universitas Wijaya Kusuma sebagai juara kedua. Penyerahan sertifikat dan piala diserahkan pada Senin, 29 April 2019 dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya.
Ketua Panitia Lomba, Sulistiya Nengse, MT., menjelaskan, Lomba Eco Campus secara rutin diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya setiap tahunnya.
Pada tahun 2019 ini, lanjut Sulistiya Nengse, MT., jumlah peserta yang mengikuti penilaian adalah 16 tim dari seluruh kampus yang ada di Surabaya. Peserta diperbolehkan mengikuti ajang atas nama jurusan, fakultas, maupun universitas.

“Penilaian didasarkan pada asesmen lapangan yang langsung dilakukan tim juri. Gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya, Fakultas Bahasa & Seni Universitas Negeri Surabaya, dan LSM Nol Sampah,” terang Sulistiya Nengse, MT.
Sulistiya Nengse, MT., juga menjelaskan, bahwa komponen penilaian Lomba Eco Campus terdiri dari kebijakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup, pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan, kelembagaan dan partisipasi masyarakat, dan inovasi lingkungan.
“Salah satu bentuk kebijakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup FST dituangkan dalam bentuk kurikulum. Dimana terdapat mata kuliah yang berkaitan dengan lingkungan hidup pada masing-masing program studi,” ujar Dr Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FST UINSA.
Yusuf Amrozi, M.MT., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama FST UINSA juga menambahkan, bahwa FST UINSA telah memiliki sarana pendukung ramah lingkungan seperti komposter takakura, tempat sampah terpilah, hidroponik, taman, dan lubang resapan biopori.
Selain itu, FST UINSA juga berupaya membentuk budaya lingkungan dengan menerapkan himbauan berupa edaran dan pemasangan stiker penghematan energi listrik, air bersih, dan alat tulis kantor, menerapkan budaya “paperless” melalui tim pengembang informasi, serta menerapkan area terbatas asap rokok di Lingkungan FST UINSA.
Dijelaskan pula Yusuf Amrozi, M.MT., bahwa FST UINSA memiliki Tim Eco Campus sebagai kelembagaan penggerak budaya lingkungan. Selain membudayakan lingkungan hidup di wilayah FST UINSA, Tim Eco Campus juga yang telah memiliki program-program kerja lingkungan hidup bagi masyarakat luar. Seperti halnya, sosialisasi dan kerjasama dengan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
“FST UINSA unggul dan jadi Juara 3 Lomba Eco Campus salah satunya juga karena pada Prodi Teknik Lingkungan, kami punya binaan dengan masyarakat belakang kampus dalam pembinaan pengelolaan sampah, dan sudah dijalin MoU,” ujar Yusuf Amrozi, M.MT.
Dalam hal inovasi, lanjut Yusuf Amrozi, M.MT., FST UINSA telah banyak melakukan penelitian yang berkaitan dengan lingkungan, salah satu yang menjadi unggulan dalam penilaian Eco Campus adalah Smart Urban Farming Indonesia (SUFI). Yakni Produk Inovatif Internet of Things (IoT) yang berguna untuk mendeteksi tingkat kelembapan tanah, kelembapan udara, penyiraman tanaman, hingga pengambilan foto tanaman untuk mengetahui perkembangan tanaman secara periodik.
Disamping itu, sistem borang elektronik untuk meng-upload dokumen di Web FST UINSA, menurut Yusuf Amrozi, M.MT., juga sangat memudahkan penilai untuk melihat dan mendalami dokumen kebijakan dan dokumentasi aktivitas yang go green dan semangat efisiensi, dalam hal penghematan kertas.
“Selain itu, Sistem Virtual Office yang disebut ODS (one day service) atau layanan surat menyurat yang berbasis online dalam waktu sehari selesai, saya kira juga menjadi nilai lebih dari lomba Eco Campus 2019,” terang Yusuf Amrozi, M.MT., menjelaskan.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


