Polemik Dugaan Video Asusila Mahasiswa Diselesaikan Rektor Unitomo
Rektor Universitas DR. Soetomo (Unitomo) Surabaya, Bachrul Amiq menuturkan, media sosial bisa meninggalkan dosa jariyah. Sebuah dosa yang terus mengalir meskipun seseorang itu sudah berada di alam kubur.

SURABAYA – Rektor Universitas DR. Soetomo (Unitomo) Surabaya, Bachrul Amiq menuturkan, media sosial bisa meninggalkan dosa jariyah. Sebuah dosa yang terus mengalir meskipun seseorang itu sudah berada di alam kubur.
"Itu kalau kita meninggalkan jejak digital yang buruk," katanya.
Sebaliknya, kata Amiq, medsos bisa menjadi tambahan amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meski manusia itu telah tiada, karena baiknya jejak digital yang dia tebar.
"Lebih berhati-hatilah dalam penggunaan medsos," tuturnya usai konferensi pers hasil audiensi antara dua mahasiswa dengan jajaran rektorat terkait dugaan pelanggaran etika di Unitomo Surabaya, Rabu (11/9/2019).
Konferensi pers yang diselenggaran secara mendadak itu, merupakan babak akhir dari polemik yang dinilai sangat merugikan nama besar kampus kerakyatan dan kebangsaan tersebut.
Citra positif Unitomo, terutama di dunia maya dalam waktu singkat tertutup oleh murka dua aktivis mahasiswa, yakni Ahmad Mukti dari Fakultas Ilmu Komunikasi, dan Elle Noor Azizah dari Fakultas Hukum.
Keduanya mengaku terpaksa melakukan aksi dalam bentuk teaterikal, memprotes keras pada Warek IV Unitomo, yang diduga telah melakukan perekaman hingga tersebarnya potongan video tanpa seizin mereka.
Potongan video mereka saat tidur berdua di dalam sekretariat UKM Fotografi Ciphoc itupun, menjadi buah bibir di lingkungan kampus.
Usai menggelar mediasi antara dua mahasiswa bersama beberapa anggota UKM Communication Photography Club (Ciphoc) dengan civitas akademika, Bachrul Amiq menegaskan, bahwa polemik itu dipicu atas kesalahpahaman antara Warek IV dan mahasiswa. Polemik dinyatakan selesai, setelah kedua belah pihak berdamai.
"Ini adalah kesalahpahaman, kenapa saya di video, padahal mereka tertidur, jadi kami tidak pernah menganggap mereka mesum juga. Kami clear menyatakan percaya bahwa mahasiswa tidak berbuat tindakan asusila," tegas Amiq
Pengambilan video oleh Warek IV, lanjut Amiq, digunakan untuk konsumsi internal atau rektorat. Tujuannya untuk mengambil langkah-langkah untuk melakukan penertiban dan keamanan kampus.
“Jadi sudah clear, semoga bisa diambil hikmahnya terutama penggunaan media sosial, kita mesti lebih berhati dalam menggunakannya,” ucapnya.
Di hadapan awak media, Rektor Unitomo Bachrul Amiq dan Wakil Rektor (Wakrek) IV Unitomo Meithiana Indrasari Yunus, secara lembaga menyatakan meminta maaf kepada kedua mahasiswa yang diduga mesum. Ia juga memastikan, bahwa tidak akan membawa masalah tersebut ke ranah hukum karena sudah selesai di internal kampus.
"Saya rasa masalah ini sudah selesai, secara kelembagaan sudah saling memaafkan," kata Amiq.
Sementara Ahmad Mukti dan Elle juga sudah legawa terhadap kasus tersebut. Mereka tidak akan memperpanjang, karena keinginannya yaitu Meithiana mengakui kelalaiannya dan permintaan maaf sudah terpenuhi. Kedua belah pihakpun membuat pernyataan masing-masing.
Diberitakan sebelumnya, dua aktivis mahasiswa Universitas DR. Soetomo Surabaya, yakni Ahmad Mukti dari Fakultas Ilmu Komunikasa dan Elle Noor Aziza dari Fakultas Hukum, menggelar pertunjukan layar tancap teatrikal di depan Gedung Rektorat Unitomo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (6/9/2019) lalu.
Mengusung tema "Saksikan Layar Tancap 2 Mahasiswa Diduga Mesum?", mereka membawa keranda mayat bertuliskan 'Matinya Rasa Malu'. Kedua mahasiswa ini juga menutup kepalanya dengan kain hitam dan membentangkan kertas bertuliskan 'Kami Tidak Mesum' dan ' Kami Punya Etika' yang ditaburi bunga.
Pertunjukan tersebut merupakan aksi teaterikal sebagai bentuk protes atas tindakan Wakil Rektor IV Unitomo, Meithiana Indra Sari Yunus, yang diduga membuat dan menyebarkan gambar saat kedua mahasiswa tertidur di dalam Sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) fotografi Communication Photography Club (Ciphoc).
Ahmad Mukti menjelaskan, saat itu, ia bersama mahasiswi yang bernama Elle tidak melakukan perbuatan mesum, tapi keduanya sedang beristirahat karena kelelahan mempersiapkan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unitomo. Saat tidur, pintu sekretariat juga dalam keadaan terbuka. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


