UIN Malang Siapkan Model Pendidikan Bertatap Muka dan E-learning
UIN (Universitas Islam Negeri) Maulana Malik Ibrahim, Malang tengah merancang model pendidikan untuk tahun 2020 dengan kegiatan pembelajaran bertatap muka langsung dan pakai E-learning.

MALANG – UIN (Universitas Islam Negeri) Maulana Malik Ibrahim, Malang tengah merancang model pendidikan untuk tahun 2020 dengan kegiatan pembelajaran bertatap muka langsung dan pakai E-learning.
Hal itu diungkapkan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof Dr H Abd Haris, MAg pada acara pengukuhan Prof. Dr. Suhartono S. Si. M. Kom sebagai guru besar bidang Ilmu Komputer di lantai IV gedung Rektorat Dr (H.C) Ir. Soekarno, UIN Malang, Rabu (11/12/2019) siang.
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kata Abdul Haris juga telah siap meniti dan mengadaptasi perubahan di era disrupsi, era industri 4.0 yang semuanya serba cepat ini.

"Kalau kita tidak mengikuti atau mengadaptasi perubahan ini, maka kita khawatir akan mengalami nasib seperti nokia dan kodak yang akan ditinggal pengguna jasanya," tuturnya.
Di era industri 4.0 semua serba cepat ini, lanjut Rektor UIN Malang ini juga telah merambah pada proses pembelajaran yang sesuai dengan pembejalaran masa kini.
"Maka perlu pilar dasar untuk melakukan revolusi pembelajaran diantaranya Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan dan Massive Open Online Course (MOOC)," ujarnya.
Meskipun menurut teori pendidikan Islam, kata dia, seharusnya dalam pendidikan itu bukan hanya transfer of knowledge saja, namun di situ juga ada infiltrasi nilai-nilai terutama nilai Islam yang seringkali tidak mampu dilakukan melalui kecerdasan buatan dan melalui Massive Open Online Course.

"Pak Wakil Rektor 1 telah merancang model pendidikan itu masih dengan perbandingan 70:30 (70% tatap muka : 30% E-learning). Belum berani dengan perbandingan 50:50 (50% tatap buka : 50% E-learning)," katanya.
Tetapi Fakultas Tarbiyah, dalam program PPG (Program Pendidikan Guru) mulai melakukan proses transformasi pembelajarannya dengan daring. "Dalam konteks ini UIN Malang telah mengadaptasi dengan perkembangan. Karena itu kepada pak Wakil Rektor 1 saya meminta kalau bisa perbandingannya 60:40 (60% tatap muka : 40% E-learning)," tegas Abdul Haris.
"Ada yang protes kepada saya, pak Rektor kalau ini dilakukan kita khawatir dosen disamping mengajar karena mengajar itu bisa dilakukan dimana saja justru akan tidak fokus," lanjutnya.
Menurutnya, memang sempat ada yang protes kepadanya, yang mengkhawatirkan dosen itu akan tidak fokus karena mengajarnya bisa dilakukan dimana saja.
"Ya saya jawab kekhawatiran itu tidak perlu berlebihan. Bahkan ini adalah satu kelebihan bagi dosen bisa mengajar dimana saja dan kapan saja, dan itu akan lebih efektif karena bisa dipantau dengan sistem tertentu apakah betul dosen yang melakukan kegiatan pembelajaran itu sesuai dengan target," ujarnya.
Pertama yang dinilai adalah course designnya. Apakah course design yang dibuat dosen itu sudah mencakup semua kegiatan yang sesuai dengan kaidah ilmu pendidikan.
Karena itulah Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof Dr H Abd Haris, MAg minta kepada Wakil Rektor 1 untuk mendesign perbandingan model pendidikan tahun 2020 60:40 (60% tatap muka : 40% E-learning) dalam meniti dan mengadaptasi perubahan di era disrupsi ini.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

