Advertisement
Pendidikan

Resmi Dikukuhkan, Prof Lalu Mulyadi Jadi Profesor Kelima ITN Malang

Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menambah deretan guru besar atau profesor. Dia adalah Prof Dr Ir Lalu Mulyadi, MT yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Arsitektur.

TIMES Indonesia,
Resmi Dikukuhkan, Prof Lalu Mulyadi Jadi Profesor Kelima ITN Malang
Prof Dr Ir Lalu Mulyadi, MT (kiri) bersama Rektor ITN Malang. (FOTO: Humas ITN Malang)
A-AA+

MALANG Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menambah deretan guru besar atau profesor. Dia adalah Prof Dr Ir Lalu Mulyadi, MT yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Arsitektur.

Prof Lalu menjadi profesor kelima ITN Malang dan profesor aktif kedua. Ia melakukan riset tentang Arsitektur Kota Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal.

Advertisement

Rektor ITN Malang, Dr Ir Kustamar MT merencanakan pada tahun 2020 ini akan menargetkan penambahan guru besar. Sekitar 3-4 guru besar baru yang diharapkan bisa muncul sepanjang 2020.

Prof-Lalu-Mulyadi-a.jpg

"Para dosen ini sekarang sedang berproses. Ya semoga saja sampai akhir 2020 target tersebut bisa tercapai," katanya.

Dalam paparannya, Prof Lalu menjelaskan tiga tujuan utama arsitektur kota yakni sisi kenyamanan, kekuatan atau kekokohan dan keindahan.

Apabila dikaitkan dengan pembangunan berwawasan identitas, kata dia, fungsi dan peran arsitektur kota menjadi signifikan dalam menjaga warisan budaya yang tercermin.

Advertisement

Hasil penelitian tersebut berhasil menelorkan karya buku yang berjudul Potensi Kampung Heritage Kayutangan Sebagai Destinasi Wisata di Kota Malang. Ia bergerak bersama dua dosen ITN Malang lainnya.

Dijelaskan bahwa Kayutangan selain memiliki arsitektur yang khas, juga mencerminkan wajah kota. Misalnya ada gereja dan masjid yang bersebelahan, pertokoan, hotel, dan bangunan kuno lainnya.

Prof-Lalu-Mulyadi-b.jpg

Ia berharap adanya konsep ulang soal manajemen bisnis yang ada di lingkungan Kayutangan. Kemudian, proses promosi yang harus digenjot supaya publik mengenalnya.

"Pesan untuk pemerintah kearifan lokal itu sebagai suatu eleman yang menunjang untuk kenyamanan bagi yang tinggal di sana. Ibaratnya rumah bagaimana rumah itu bisa nyaman ditinggali meski dijujuk banyak wisatawan," usul Prof Lalu Mulyadi, profesor anyar ITN Malang, Jawa Timut itu. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia