Advertisement
Pendidikan

Melalui Karya Animasi, Mr. D Sampaikan Filosofi Pendidikan dan Literasi

Karya animasi sepanjang 22 detik ini mungkin terbilang singkat. Namun, Mr. D alias alias Doddy Hernanto, pembuat animasi ini tidak membuatnya sembarangan. Animasi khusus 2 Mei yang memperingati Hari Pendidikan Nasional ini diluncurkan dengan filosofi dan

TIMES Indonesia,
Melalui Karya Animasi, Mr. D Sampaikan Filosofi Pendidikan dan Literasi
Gambar analog karya Mr. D untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional. (foto: Mr D)
A-AA+

MALANG Karya animasi sepanjang 22 detik ini mungkin terbilang singkat. Namun, Mr. D alias alias Doddy Hernanto, pembuat animasi ini tidak membuatnya sembarangan. Animasi khusus 2 Mei yang memperingati Hari Pendidikan Nasional ini diluncurkan dengan filosofi dan makna yang mendalam. Nampak buku yang dibuka dan terdapat gambar analog serupa Ki Hajar Dewantara dan jajaran buku.

“Membaca adalah utama dalam menimbah ilmu pengetahuan, apalagi menulis dan berhitung. Ilustrasi sketsa buku-buku dan buku terbuka bergambar sketsa Ki Hajar Dewantara dengan tangan terbuka,” ungkapnya, ketika dihubungi TIMES Indonesia, Sabtu (5/2/2020).

Advertisement

Sedangkan, tangan kanan sumber air dan kiri adalah api maksudnya mengajak belajarlah ilmu yang berguna untuk kehidupan. Dan ombak menggoyang buku-buku yang ada supaya dinamis untuk dibaca. Bisa mengerti antara baik dan buruk revolusi digital dalam dunia pendidikan di era sekarang yang sudah berjalan lancar meski tertatih-tatih karena teknis.

“Literasi tidak terpisahkan dari dunia pendidikan, pengembangan budaya literasi (membaca, menulis dan berhitung) belajar lebih efektif sudah ada dalam sistem pendidikan di Indonesia,” ungkapnya.

Literasi menjadi sarana peserta didik dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapatkannya di bangku sekolah. Mr. D mencoba menyampaikan, literasi juga terkait dengan kehidupan peserta didik, baik di rumah maupun di lingkungan sekitarnya. Ilmu untuk kehidupan bukan hanya semata demi untuk ilmu pengetahuan. 

Mr D juga menyampaikan bahwa guru dituntut untuk mengajar yang dinamis di musim pandemi ini. “Filosofi Ki Hajar Dewantara yang terkenal di dunia pendidikan yakni ‘Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani’ yang artinya ‘Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan’,” beber Direktur Gawainesia TIMES Indonesia ini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

W
PenulisWidya Amalia Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia