Mahasiswa UIN Malang Terdampak Covid-19, Bisa Ajukan Keringanan UKT

TIMESINDONESIA, MALANG – UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang) menerbitkan kebijakan baru soal keringanan UKT (Uang Kuliah Tunggal) bagi mahasiswa terdampak Covid-19.
Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris mengatakan proses pengajuan keringanan UKT bagi orang tua mahasiswa terdampak Covid-19, dilakukan berdasarkan tiga skema keringanan. Yakni penurunan, perpanjangan jangka waktu pembayaran, dan angsuran UKT.
Advertisement
Untuk orang tua mahasiswa yang meninggal dunia pada saat pandemi Covid-19, harus dibuktikan akta/surat dari Kepala Desa/Lurah.
Sedangkan yang orangtua yang mengalami PHK (Pemutusan Hak Kerja), harus melampirkan surat dari perusahaan dimana orang tua bekerja. Sementara orang tua yang mengalami kerugian atau pailit, harus dibuktikan dengan surat dari instansi berwenang.
Adapun orangtua yang mengalami penutupan tempat usaha, harus dibuktikan dengan pernyataan bermaterai dari orangtua yang diketahui Kepala Desa/Lurah.
Sementara bagi orangtua yang mengalami penurunan pendapatan yang signifikan, harus ada surat keterangan pendapatan sebelum dan sesudah terdampak Covid-19. Surat tersebut wajib disahkan oleh pimpinan tempat bekerja atau Kepala Desa/Lurah (bagi wiraswasta).
“Kebijakan keringan UKT ini berlaku untuk satu semester (semester gasal 2020/2021) dan akan dilakukan evaluasi lebih lanjut,” kata Prof. Dr. Abdul Haris.
Mahasiwa UIN Malang dapat mengurus pengajuan keringanan UKT tersebut melalui online pada laman www.ukt.uin-malang.ac.id. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Faizal R Arief |
Publisher | : Lucky Setyo Hendrawan |