Advertisement
Pendidikan

Viral Pelajar SD di Bondowoso Jual Gorengan Demi Beli HP, Ini Kata DPRD

Viral di media sosial Facebook. Seorang pelajar SD di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur harus jual gorengan, demi membeli HP android agar bisa mengikuti pembelajaran daring.

TIMES Indonesia,
Viral Pelajar SD di Bondowoso Jual Gorengan Demi Beli HP, Ini Kata DPRD
Syasa didampingi kakek dan neneknya, saat dikunjungi anggota DPRD Bondowoso A Mansur di kediamannya (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia).
A-AA+

BONDOWOSO Viral di media sosial Facebook. Seorang pelajar SD di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur harus jual gorengan, demi membeli HP android agar bisa mengikuti pembelajaran daring.

Informasi tersebut pertama kali diposting oleh akun Facebook bernama Jazuli Ahmad, tertanggal 19 Agustus. Dalam postingan itu, tertulis::

Advertisement

‘Tadi siang pas nganter tugasnya anak kskolah...ada anak kecil jualan gorengan didepan gerbang sekolah...katanya kls 2 Sdlagi bantu jualan neneknya karena pengen beli HP buat sekolah online. Kalau ada ya punya kelimpahan rejeki, silahkn bantu bantu anak ini biar bisa ikut sekolah online, alamatnya daerah congkrong Desa taman Kec Grujugan. Terimakasih’. Postingan ini juga disertai foto yang pelajar tersebut.

Diketahui, anak tesebut bernama Detya Tasya Laura Aiska (9 tahun). Anak yang akrab dipanggil Syasa ini, merupakan siswi kelas 2 SDN Taman 01. 

Siswi kelahiran 22 Juni 2011 ini, tinggal bersama kakek dan neneknya. Karyono dan Restina, di Desa Taman RT 07 RW 1, Kecamatan Grujugan Bondowoso.

"Kedua orang tua bercerai. Bapaknya orang Situbondo dan ibunya bekerja di Bali. Ia tinggal bersama kami. Kedua orang tuanya bercerai sejak usia dua tahun," kata kakeknya Karyono, Jumat (21/8/2020).

Menurutnya, Syasa baru beberapa minggu terakhir yang menjual gorengan. "Neneknya tidak tahu kalau dia jual gorengan untuk beli HP," imbuhnya.

Advertisement

Agar bisa mengikuti kegiatan belajar secara daring, Syasa kadang harus meminjam android kepada temannya. "Kadang tak mengikuti," jelasnya singkat.

Kondisi ini, mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kabupaten Bondowoso, A Mansur MH. Ia mengaku prihatin atas kondisi yang dialami salah seorang warga di Dapilnya.

"Saya ikut prihatin. Ini sekaligus menjadi gambaran bagi kita, bagaimana kondisi siswa di bawah. Karena pasti banyak Syasa yang lain, yang justru keberadaannya lebih memprihatinkan," jelasnya.

Menurutnya, lokasi tempat tinggal Syasa masih dekat dengan jalan raya, dan bukan daerah pinggiran, dan ini baru satu yang mencuat.

"Bagaimana dengan siswa di pinggiran. Pasti banyak siswa yang juga butuh android, kadang juga tak ada signal. Seperti yang di pegunungan," paparnya.

Politisi PKB ini berharap, agar pemeritah mencarikan solusi, dengan kondisi yang seperti ini. "Banyak yang belum terposting, kondisi seperti ini. Ini harus dicarikan solusi," harapnya.

Menurutnya, pemeritah harus hadir agar semua siswa dapat menikmati pembelajaran di tengah pandemi Covid-19. "Misalnya pemasangan WiFi gratis, atau dengan cara yang lain agar tetap efektif," sarannya.

Sampai sejauh ini, selain didatangi dan dapat bantuan angggota DPRD. Pelajar SD yang jual gorengan untuk beli HP android tersebut, sudah mendapatkan perhatian dari sejumlah pihak dan relawan. Ia juga dapat bantuan HP dan WiFi gratis. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia