Advertisement
Pendidikan

Teliti Efek Daun Sirsak, Dini Sri Damayanti Jadi Doktor ke-9 di FK Unisma

Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK UNISMA) menambah deretan gelar doktor. Kali ini baru saja diraih Dr dr Dini Sri Damayanti, M.Kes. Dini merupakan doktor kesembilan di FK UNISMA.

TIMES Indonesia,
Teliti Efek Daun Sirsak, Dini Sri Damayanti Jadi Doktor ke-9 di FK Unisma
Dr dr Dini Sri Damayanti, M.Kes. (Foto: Naufal Ardiansyah/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK UNISMA) menambah deretan gelar doktor. Kali ini baru saja diraih Dr dr Dini Sri Damayanti, M.Kes. Dini merupakan doktor kesembilan di FK UNISMA.

Gelar S3 tersebut diraih Dini dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB). Ia dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan yakni Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.9.

Advertisement

Dia membawa disertasi berjudul Efek Pemberian Ekstrak Air Daun Sirsak (Annona Muricata) Mencegah Resistensi Insulin Melalui Penghambatan DPP4 pada Tikus Wistan Jantan yang Diinduksi Diet Tinggi Lemak Tinggi Fruktosa.

Dini menjelaskan, latar belakang mengambil penelitian tersebut karena berkaitan dengan peningkatan insiden obesitas.

"Hampir semua negara terjadi peningkatan jumlah pasien dengan obesitas tinggi, baik pada anak-anak, remaja maupun dewasa," tuturnya, Sabtu (5/9/2020).

Peningkatan obesitas ini kata dia bisa dipengaruhi banyak hal. Diantaranya perilaku sehari-hari, aktivitas, pola diet dan genetik.

Dini lanjut menjelaskan, selama ini herbal daun sirsak banyak digunakan masyarakat baik menurunkan tekanan darah, kolesterol, anti kanker dan lainnya.

Advertisement

Namun penggunaannya di masyarakat cenderung dari warisan turun temurun yang sudah menjadi kebiasaan dan kepercayaan sebagian kelompok masyarakat.

"Cuma dasar ilmiahnya yang menurut saya masih kurang. Meskipun banyak diteliti di hewan coba, masih positif dan negatif hasilnya. Tidak sesuai harapan. Di hewan coba, memang sudah diteliti kemampuannya mampu meningkatkan sekresi insulin," bebernya.

Untuk menurunkan obesitas, Dini menyampaikan masyarakat mestinya mengedepankan proses upaya fisik melalui pola hidup dan aktivitas sebagai proses awal.

"Herbal adalah proses terakhir," imbuh Kepala Jurusan Program Pendidikan Dokter S1 FK UNISMA itu.

Dalam penelitiannya sejak Agustus 2018 hingga April 2019 ini, Dini merekomendasikan konsumsi herbal bisa dilakukan ketika telah melakukan beberapa proses.

Pertama, proses produksi memang melalui proses standar mulai awal produksi, proses kemasan hingga izin distribusi penjualan sebagai konsumsi publik.

Lalu, masyarakat diminta memahami khasiat dari komposisi yang terkandung dalam herbal tersebut. Ketiga, dosisnya harus tepat. Keempat, lama penggunaannya dan pastikan fungsi herbalnya bagus.

Raihan gelar Doktor Dini Sri Damayanti sebagai Doktor kesembilan di FK UNISMA ini dapat menunjang akreditasi Fakultas Kedokteran dan Universitas Islam Malang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M
PenulisMohammad Naufal Ardiansyah Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia