Advertisement
Pendidikan

Maksimalkan Pembelajaran Daring, MIUS Lamongan Berikan Consultative Learning

MI Unggulan Sabilillah (MIUS) Lamongan memberikan consultative learning atau konsultasi kelas kepada siswa-siswinya di tengah pandemi Covid-19 sebagai upaya memaksimalkan pelajaran saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring.

TIMES Indonesia,
Maksimalkan Pembelajaran Daring, MIUS Lamongan Berikan Consultative Learning
Ustadz M. Fahmi Saifuddin saat memberikan consultative kepada siswa-siswa kelas Raden Qosim MIUS Lamongan, Senin (08/02/2021). (Foto: Moch. Nuril Huda/TIMES Indonesia)
A-AA+

LAMONGAN MI Unggulan Sabilillah (MIUS) Lamongan memberikan consultative learning atau konsultasi kelas kepada siswa-siswinya di tengah pandemi Covid-19 sebagai upaya memaksimalkan pelajaran saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring.

Salah satu ustadz MIUS Lamongan M. Fahmi Saifuddin mengatakan, terobosan ini dilakukan pihak madrasah untuk membantu siswa-siswinya yang mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran saat daring.

Advertisement

Fahmi Saifuddin b

“Seorang guru itu tidak bisa digantikan dengan teknologi. Maka dari itu, program consultative learning atau konsultasi kelas hadir untuk memaksimalkan pelajaran yang disampaikan guru saat daring,” ujar Ustadz M. Fahmi Saifuddin, Senin (08/02/2021).

Ustadz Fahmi sapaan akrab M. Fahmi Saifuddin menjelaskan, siswa-siswanya tidak bukan masuk sekolah seperti biasa melainkan konsultasi kelas saja dan itupun dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

“Kegiatan ini bukan masuk sekolah. Jadi program konsultasi kelas bersifat tidak wajib. Mereka yang mengikuti program ini, kami berikan dua sesi dan wajib mematuhi protokol kesehatan. Karena keselamatan dan kesehatan siswa itu yang nomor satu,” ucapnya.

Fahmi Saifuddin c

Dia mengaku, program konsultasi kelas ini dicanangkan pihak MIUS Lamongan saat Kota Soto masih diwajibkan melaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Sebenarnya saat Lamongan melaksanakan PPKM, kami sudah memberikan consultative learning atau konsultasi kelas tapi hanya 10-25 persen dari jumlah siswa karena diperbolehkan. Dan kegiatan ini sebagai upaya pelayanan yang diharapkan siswa dan orang tua wali murid yang mengalami kesulitan saat daring,” tutur Ustadz Fami. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia