Advertisement
Pendidikan

Selamat, H. Parji Rektor Unipma Madiun Telah Bergelar Profesor

Seorang guru besar "lahir" dari Kota Madiun. Dia adalah Rektor Universitas PGRI Madiun (Rektor Unipma) Prof Dr. H. Parji, M. Pd. Parji berhak menyandang gelar akademik profesor dalam bidang Ilmu Pendidikan Ilmu Sosial pada 1 Desember 2020.

TIMES Indonesia,
Selamat, H. Parji Rektor Unipma Madiun Telah Bergelar Profesor
H. Parji Rektor Unipma Madiun. (Foto: UNIPMA for TIMES Indonesia)
A-AA+

MADIUN Seorang guru besar "lahir" dari Kota Madiun. Dia adalah Rektor Universitas PGRI Madiun (Rektor Unipma) Prof Dr. H. Parji, M. Pd. Parji berhak menyandang gelar akademik profesor dalam bidang Ilmu Pendidikan Ilmu Sosial pada 1 Desember 2020.

Perjuangan Rektor UNIPMA tersebut dimulai pada bulan Juni tahun 2020. Pada waktu itu, ia memutuskan untuk mengikuti seleksi untuk menjadi profesor. Parji dinyatakan lolos oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah Jawa Timur.

Advertisement

Kemudian pada Juli tahun 2020 melalui penilaian dari tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dinilai lolos dan memenuhi persyaratan sebagai Guru Besar atau Profesor dalam bidang Ilmu Sosial.

H. Parji B

"SK sebagai profesor baru terbit pada 1 Desember 2020 lalu, dan menjadi profesor pertama dari UNIPMA. Alhamdulillah, saya merasa terharu sekaligus bersyukur mendapat gelar ini," ujar Parji pada TIMES Indonesia, Senin (8/2/2021).

Untuk mendapatkan gelar sebagai profesor, tentunya tidak mudah. Karena dibutuhkan proses seleksi yang panjang dan berat. Karena, ada beberapa syarat penting yang harus dipenuhi. Seperti, menjalankan Tri Dharma perguruan tinggi. Yaitu, pelaksanaan pendidikan, penelitian dan  pengabdian. Lalu memenuhi angka kecukupan kredit kumulatif minimal 850 angka kredit.

"Pada prosesnya ada kendala yang cukup sulit. Yakni, harus memiliki artikel ilmiah di Jurnal Internasional Bereputasi. Alhamdulillah ada tujuh jurnal saya yang terbit di beberapa negara. Salah satunya di  Australia, Turki dan Amerika Serikat," ungkapnya.

Advertisement

Menariknya, Parji meraih gelar sebagai Guru Besar di tengah pendemi Covid-19,  yang sebelumnya tidak sempat mengajukan gelar tersebur karena kesibukan mengurus kampus.

Dengan work from home (WFH) karena Covid-19, akhirnya sebagian waktunya di rumah dapat digunakan untuk meniliti karya ilmiah.

"Semoga ini bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi dosen-dosen yang lain, meski di tengah pandemi Covid-19 tetap harus semangat untuk tetap produktif dan kreatif. Dengan begitu, harapan saya Unipma bisa menjadi kepercayaan di mata masyarakat dengan wibawa akademik yang baik," tutup Rektor Unipma, Prof. Dr. H. Parji, M.pd. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia