Unisma MoU dengan KBRI Afghanistan, Angkat PTNU ke Kancah Internasional
Universitas Islam Malang (Unisma) hari ini (26/2/2021) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Afghanistan.

MALANG – Universitas Islam Malang (Unisma) hari ini (26/2/2021) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Afghanistan.
Proses penandatanganan dilakukan langsung oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Afghanistan Dr Ir Arief Rachman MM MBA dan Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi yang diwakili oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kerjasama Unisma Prof Djunaidi.

Tak hanya MoU, pertemuan ini juga dihelat Webinar dari Dubes Afghanistan yang diikuti mahasiswa, dan peserta lainnya. Forum digelar semi virtual, pihak Unisma berada dalam satu forum, pihak KBRI Afghanistan berada di tempat berbeda, yang terhubung dalam satu jaringan.
Rektor Unisma Prof Maskuri memberikan penghargaan dan apresiasi tinggi kepada Dubes RI untuk Afghanistan. Awalnya, MoU ini terjalin berkat inisiasi Arief Rachman yang dihubungi via WhatsApp oleh Maskuri.
"Beliau ini sehati dengan Unisma. Baru Minggu lalu saya wa, langsung telfon. Respon cepat dan menyatakan siap untuk Webinar serta MoU dengan Unisma," kata Maskuri.
Menurutnya, Unisma merupakan Kampus Nahdlatul Ulama nomor 1 di Indonesia. Sedangkan pemeringkatan nasional, Unisma masuk di urutan ke 44 dari PTN/PTS se-Indonesia.
Kata dia, Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Kemendikbud RI sudah diwujudkan Unisma dengan cara bekerjasama dengan berbagai pihak. Termasuk KBRI Afghanistan.

"Kami buka kesempatan mahasiswa Afghanistan untuk kuliah di kampus kami. Unisma kampus moderat, toleran dan proporsional," bebernya.
Dubes RI untuk Afghanistan, Arief Rachman, memberikan motivasi bagi para mahasiswa dan peserta lainnya. Ia menekankan nilai perjuangan dan pengorbanan para pendahulu bangsa hingga bisa membawa Indonesia merdeka.
"Ini sebuah kebanggaan bagi saya karena diberi kesempatan oleh Rektor untuk menyapa mahasiswa," ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya nilai pengorbanan dan semangat perjuangan bagi penerus bangsa. Para mahasiswa disebut generasi muda yang akan mengisi kemerdekaan.
"Anda generasi Z yang disebut generasi unggul. Anda hidup tidak bisa dilepas dari dunia digital. Harus punya karakter hebat, mandiri, etis dan realistis. Tapi harus nasionalis dan religius. Ini adalah modal karakter menuju percepatan yg dicanangkan oleh rektor. Tidak ada jalan lain untuk mempercepat lainnya karena persaingan ke depan sangat ketat. Kuncinya ada kecepatan," tegasnya.
KBRI Afghanistan dengan Unisma menjalin kerjasama sebagai wujud MBKM seperti arahan Kemendikbud RI. PTNU juga ingin diangkat marwahnya di kancah internasional. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

