Advertisement
Pendidikan

Ajang Dakwah Bersama Gus Miftah, Alumni Unisma Bikin Film Super Santri

Alumni Unisma (Universitas Islam Malang) bernama Imam Pituduh menjadi sutradara dalam karya film Super Santri: Konspirasi Menguasai Negeri. Filmnya sudah tayang di YouTube NU Channel yang diperankan salah satunya oleh Gus Miftah. 

TIMES Indonesia,
Ajang Dakwah Bersama Gus Miftah, Alumni Unisma Bikin Film Super Santri
Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi menunjukkan naskah film yang disutradarai oleh Imam Pituduh, alumni Unisma. (Foto: Naufal Ardiansyah/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Alumni Unisma (Universitas Islam Malang) bernama Imam Pituduh menjadi sutradara dalam karya film Super Santri: Konspirasi Menguasai Negeri. Filmnya sudah tayang di YouTube NU Channel yang diperankan salah satunya oleh Gus Miftah

Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi mengapresiasi kepada Imam (G. Doeh), yang membawa nama almamater kampus di kancah perfilman nasional.

Advertisement

Maskuri 2

"Karya Mas Imam itu juga tidak hanya film, tapi juga bikin NU Channel. Dia bisa mewujudkan itu. Ini tidak lepas dari model entrepreneur yang dibentuk oleh Unisma. Alumni yang punya inovasi dan produktivitas dimanapun dia berada," kata Maskuri, Senin (1/3/2021).

Secara khusus, pihak Unisma menyiapkan penghargaan khusus yang rencananya diberikan di acara Lustrum Unisma. Rektor meminta kepada Imam untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa dan alumni yang lain.

"Nanti kita akan programkan dengan mahasiswa untuk nonton bareng," tuturnya.

Imam Pituduh merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Unisma angkatan 1995. Dia juga aktivis kampus, baik di ekstrak maupun intra kampus. Dulu, Imam aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Advertisement

Hingga saat ini, Imam dipercaya menjadi Wakil Sekretaris Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Film Super Santri 3

Maskuri mengaku telah menonton film tersebut. Testimoninya, film ini mengajarkan bahwa santri mempunyai nilai kemandirian dan tanggung jawab yang tinggi seperti yang diajarkan oleh para kiai.

Bahkan di film itu juga kata dia menunjukkan bagaimana peran santri membela rakyat kecil. Kemandirian itu lah yang disebut Maskuri sebagai salah satu kunci utamanya stabilitas nasional.

"Ini dakwah untuk membela kaum lemah. Santri tidak hanya mengisi intelektual dan emosional tapi juga spiritual," imbuhnya.

Rektor Unisma merasa bangga memiliki alumni seperti Imam Pituduh yang aktif di tengah-tengah masyarakat, terutama di NU. Karyanya bisa menginspirasi banyak orang. "Rencananya film Super Santri ini berlanjut dengan episode-episode berikutnya," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia