Advertisement
Pendidikan

Polbangtan Malang Menerima Mahasiswa Baru 2021, Ini Infonya

Polbangtan Malang resmi membuka pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2021/2022.

TIMES Indonesia,
Polbangtan Malang Menerima Mahasiswa Baru 2021, Ini Infonya
Kampus Polbangtan Malang membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun 2021. (FOTO: Polbangtan Malang)
A-AA+

MALANG Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) resmi membuka pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2021/2022. Pendaftaran dilakukan secara online.

Ada 5 jalur masuk Penerimaan Mahasiswa Baru di Polbangtan Malang, meliputi: jalur tugas belajar, umum, undangan, kerjasama dan Prestasi Olahraga Seni Keilmuan dan Minat (POSKM). 

Advertisement

Bagi lulusan sekolah menengah tingkat atas yang berminat menjadi agropreneur milenial dan bersertifikasi profesi yang diperlukan dunia usaha/dunia industri maka Polbangtan Malang merupakan pilihan yang tepat.

Saat ini ada 3 pilihan program studi di Polbangtan Malang, yakni Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Penyuluhan Peternakan, serta Kesejahteraan Hewan dan Agribisnis Pertanian.

Pendaftaran jalur undangan dan kerjasama dibuka mulai 4 - 17 maret 2021, untuk agenda kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru Polbangtan Malang tahun ini selengkapnya bisa didapatkan di website: polbangtanmalang.ac.id.

Polbangtan-2.jpg
Poster Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2021/2022 di Polbangtan Malang. (FOTO: Polbangtan Malang)

Pada PMB tahun ini, semua Polbangtan dipusatkan di Pusat Pendidikan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (Pusdik BPPSDMP).

Advertisement

Sementara itu, Plt. Direktur Polbangtan Malang, Bambang Sudarmanto mencermati saat ini tantangan di sektor pertanian adalah regenerasi petani. 

Ia menyebut, ada sekitar 500 ribu petani berkurang setiap tahun. Sementara, persentase petani yang berusia di bawah 40 tahun saat ini hanya 9 persen. 

"Dengan berkurangnya jumlah petani, siapa lagi yang menggantikan kalau bukan mahasiswa dan alumni pertanian," kata Bambang, Jumat (5/3/2021).

Oleh karena itu, agrososiopreneur menjadi salah satu solusi bagi tumbuhnya generasi muda pertanian. 

Lebih lanjut dikatakannya bahwa pertanian tidak hanya berurusan keuntungan atau profit tetapi juga membina dan memberdayakan masyarakat.

"Masyarakat sekitar bisa menjadi jejaring perbesaran usaha, bisa jadi penyedia bahan baku, pasca produksinya, bisa pengolahan atau pemasaran," imbuhnya.

Dengan konsep seperti itu, lanjutnya, masyarakat sekitar bisa menjadi bagian dari upaya mengembangkan usaha pertanian bersama-sama.

Plt Direktur Polbangtan Malang menegaskan pembelajaran tentang agrososiopreneur penting untuk mendorong bagi generasi muda menjadi job creator. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia