Advertisement
Pendidikan

Dukung Ijen Geopark, AMPG Bondowoso Siap Gelorakan Tradisi Ngejung

Ijen Geopark yang diajukan masuk dalam UNESCO Global Geopark (UGG) salah satu poinnya adalah budaya. Dalam rangka mendukung hal itu, Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar atau PD AMPG Bondowoso siap menggelorakan kembali tradisi ngejung.

TIMES Indonesia,
Dukung Ijen Geopark, AMPG Bondowoso Siap Gelorakan Tradisi Ngejung
Sosialisasi lomba tradisi ngejung yang diselenggarakan AMPG Kabupaten Bondowoso kepada sejumlah sanggar seni (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia).
A-AA+

BONDOWOSO Ijen Geopark yang diajukan masuk dalam UNESCO Global Geopark (UGG) salah satu poinnya adalah budaya. Dalam rangka mendukung hal itu, Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar atau PD AMPG Bondowoso siap menggelorakan kembali tradisi ngejung.

Meski tradisi ngejung tidak secara langsung masuk dalam naskah yang diajukan ke UNESCO. Namun hal itu dianggap penting oleh AMPG, yang kemudian digelorakan kembali melalui perlombaan.

Advertisement

Kejung atau ngejung merupakan tembang khas Madura. Para pengkejung sekarang hanya beberapa yang masih bagus menampilkan tetembangan dalam acara sandur. 

Ketertarikan masyarakat terhadap kesenian sandur khususnya kejung kurang banyak. Banyak yang beranggapan ngejung mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi. 

Ngejung adalah sebuah seni menembangkan teks-teks papareghan atau bangsalan dengan diiringi gending tertentu. Seni ngejung biasanya dilakukan dalam pentas seni panggung, seperti halnya dalam pentas kesenian sandur, ludruk, tayuban serta saronen. 

lomba-tradisi-ngejung-yang-diselenggarakan-AMPG-Kabupaten-Bondowoso-2.jpg

Sebagai jenis kesenian yang unik dan khas, kesenian kejungan layak dibanggakan sebagai peninggalan budaya leluhur yang perlu dilestarikan.

Advertisement

Oleh karena itu, AMPG menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso untuk menghidupkan kembali tradisi itu. Ngejung tersebut merupakan bagian dalam Festival Ijen Geopark yang digelar AMPG.

"Kami sudah sosialisasi kepada para sanggar seni khususnya seni Tembang Kejung, Macapat dan yang lain," kata Ketua Ketua PD AMPG Bondowoso, Yondrik.

Sosialisasi dilakukan di Aula Dikbud Bondowoso. Ada 27 perwakilan sanggar seni Tembang Tradisional di Kota Tape yang hadir, Rabu (17/3/2021).

Selain Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga kata dia, Dikbud Bondowoso juga merupakan bagian dari OPD yang harus ikut menyukseskan Ijen Geopark wilayah Bondowoso.

"AMPG Bondowoso yang merupakan organisasi kepemudaan dari Partai Golkar berkomitmen untuk mensukseskan Ijen Geopark menuju UNESCO Global Geopark," tegasnya.

Menurutnya, Festival Ijen Geopark ini dalam rangka HUT ke-19 AMPG. Ada tiga lomba di dalamnya yaitu Festival Tutorial Pembuatan Kue Tradisional, Festival Ngejung dan Festival Cover Lagu Religi.

Sementara dalam lomba festival ngejung ini ada dua kategori. Yakni yang pertama adalah perorangan dan regu dengan menggunakan musik.

“Yang kedua, kejung perorangan atau beregu tidak menggunakan musik. Ada dua kategori itu,” terangnya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, animo masyarakat terhadap lomba yang diadakan oleh PD AMPG Bondowoso sangat luar biasa. "Karena selama ini tidak ada salah satu OPD ataupun organisasi yang mengangkat budaya lokal," imbuhnya.

Selain dalam rangka menyukseskan Ijen Geopark. Dengan lomba tradisi ngejung, AMPG Bondowoso berharap kekayaan lokal terus diangkat. "Kebudayaan lokal penting dijaga," terangnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia