Menghafal dan Memahami Al-Quran Tak Bisa Otodidak, Kemenag RI Apresiasi Guru Tahfidz
Kementerian Agama (Kemenag RI) mengapresiasi peran para guru tahfidz Al-Quran di seluruh tanah air dalam membimbing, melatih, dan melahirkan

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag RI) mengapresiasi peran para guru tahfidz Al-Quran di seluruh tanah air dalam membimbing, melatih, dan melahirkan para penghafal Al-Quran. Keberhasilan putra-putri Indonesia dalam menghafal dan memahami Al-Quran, tidak dapat dicapai secara otodidak. Semua itu tidak lepas dari motivasi dan bimbingan guru.
Hal itu disampaikan Sekretaris Ditjen Bimas Islam M. Fuad Nasar usai meninjau dan menyaksikan babak final Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadits (MHQH) Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Suud Rahimahullah Tingkat Nasional Ke-13 di Jakarta, Rabu (24/03/2021) malam.
“Program pendidikan tahfiz Al-Quran yang diasuh oleh guru-guru penuh dedikasi di berbagai pelosok tanah air memiliki peran penting dalam membentuk kader-kader generasi umat dan bangsa yang beriman dan berakhlak mulia sebagai fondasi lahirnya generasi unggul,” ucap Fuad Nasar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/03/2021).
“Al-Quran menjadi satu-tunya kitab suci yang paling sering dibaca dan paling banyak dihafal di seluruh dunia sejak pertama kali diturunkan hingga akhir zaman,” sambungnya.
MHQH tingkat nasional ini dilaksanakan setiap tahun di Jakarta atas kerjasama Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia dan Kementerian Agama. Menurut Fuad Nasar, MHQH menjadi salah satu barometer kemajuan pendidikan Al-Quran dan Hadits di Indonesia, khususnya di bidang hafalan.
“Sejauh ini, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang mendapat kepercayaan Saudi Arabia untuk menyelenggarakan musabaqah hafalan Al-Quran dan Hadits sebagai amal jariyah dari keluarga Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Suud Rahimahullah,” terang Fuad.
M. Fuad Nasar, yang juga mantan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, berharap para peserta dan juara musabaqah hafalan Al Quran dan Hadits yang dipersyaratkan berusia di bawah 30 tahun, dapat meraih prestasi terbaik dalam jenjang pendidikan, karir, dan kehidupan sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Pemerintah dan masyarakat perlu lebih memperhatikan dan memberi dukungan.
“Allah SWT telah memudahkan umat Islam untuk menghafal firman-firmanNya yang terhimpun dalam kitab suci Al-Quranul Karim. Semoga para penghafal Al-Quran dan pengamal isi Al-Quran diberi kemudahan dalam segala urusan keduniaan,” tutur Fuad Nasar.
Penyelenggaraan kegiatan MHQH Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Suud 2021 berlangsung empat hari, 22 - 25 Maret 2021 di Jakarta. Event ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Kegiatan tersebut diikuti 250 Hafiz dan Hafizah dari 34 provinsi seluruh Indonesia. Cabang musabaqah yang dilombakan terdiri atas hafalan Al-Quran 30 juz, 20 juz, 15 juz, dan 10 juz untuk putra dan putri. Sementara hafalan Hadits hanya untuk putra dengan 100 Hadits beserta sanad (penyampai Hadits) dan 400 tanpa sanad. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


